28.2 C
Sidoarjo
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, FBiPK UB Bekali 1.300 Maba Budaya Peduli dan Antikekerasan


Malang, Bhirawa – Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day), Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) menggelar sosialisasi penguatan karakter bertajuk “Jaga Diri, Jaga Sesama”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (10-11 Oktober 2026) tersebut diikuti oleh sekitar 1.300 mahasiswa baru (maba) sebagai langkah konkret menciptakan iklim kampus yang sehat, aman, dan inklusif.

Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FBiPK UB, Dwi Retnoningsih SP MP PhD, menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi modal penting dalam menempuh pendidikan tinggi. Masa transisi menuju bangku perkuliahan kerap menghadirkan tekanan emosional dan sosial yang menuntut daya adaptasi tinggi.

“Mahasiswa harus memiliki kesehatan mental yang baik selama menjalani pendidikan. Ketika menghadapi permasalahan, jangan memilih diam atau memendam sendiri. Manfaatkan layanan pendampingan yang telah disiapkan fakultas,” ujar Dwi saat memaparkan materi pada hari pertama.

Dwi turut menyosialisasikan peran ULTKSP FBiPK UB dalam menangani serta mencegah praktik kekerasan seksual maupun perundungan di lingkungan kampus. Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga keseimbangan spiritual, sosial, serta tidak ragu melapor apabila menemui indikasi kekerasan.

Sementara itu, pada hari kedua, Agustinus Tedja Bawana dari Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) memaparkan materi seputar ketahanan sosial generasi muda di kota pendidikan. Mengingat Malang sebagai magnet pelajar dari penjuru daerah, mahasiswa dituntut cermat dalam mengambil keputusan di tengah dinamika pergaulan bebas dan ancaman zat adiktif.

Berita Terkait :  Apresiasi Pendalaman Research dan Community Service di ICORS 4th 2025, Khofifah Optimistis Lahirkan Manfaat untuk Masyarakat

“Mahasiswa yang kuat bukan yang tidak pernah rapuh, melainkan tahu cara menjaga diri dan berani mencari pertolongan. Kuncinya adalah percaya diri, memahami batasan, dan tegas menolak narkoba,” tutur Agustinus.

Melalui rangkaian pembekalan Pengembangan Potensi Mahasiswa (PPM) 2026 ini, FBiPK UB menegaskan komitmen institusi untuk melahirkan lulusan yang berprestasi akademik sekaligus tangguh secara mental, berintegritas, serta peka terhadap keselamatan sesama. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!