33 C
Sidoarjo
Friday, October 2, 2026
spot_img

KAI Daop 8 Surabaya Gandeng UMKM Binaan Hadirkan Pengalaman Mencanting di Stasiun Surabaya Gubeng

Surabaya, Bhirawa – Memperingati Hari Batik Nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi penumpang melalui kegiatan edukasi membatik dengan mencoba langsung proses mencanting di Stasiun Surabaya Gubeng, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan ini menggandeng UMKM binaan KAI sebagai mitra untuk memperkenalkan proses pembuatan batik sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi penumpang, sekaligus memanfaatkan ruang publik di stasiun untuk mengenalkan budaya Indonesia.

“Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi penumpang. Melalui kegiatan mencanting ini, penumpang dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan batik dan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, para penumpang berkesempatan mengenal lebih dekat proses pembuatan batik, mulai dari memahami penggunaan canting hingga mempraktikkan cara menorehkan malam pada kain untuk membentuk motif.

Dengan pendampingan dari pelaku UMKM binaan KAI, penumpang dapat merasakan secara langsung proses yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan tersebut.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi penumpang di sela perjalanan kereta api. Batik tidak hanya diperkenalkan sebagai kain bermotif yang menjadi identitas budaya Indonesia, tetapi juga sebagai karya yang lahir melalui proses panjang, kreativitas, dan ketekunan para perajin.

Berita Terkait :  Siap Fisik dan Mental Ikuti Retreat

Zaini menjelaskan, keterlibatan UMKM binaan KAI menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain berbagi pengetahuan dan keterampilan membatik, para pelaku UMKM juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya serta produk mereka kepada masyarakat, khususnya penumpang kereta api.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik, tetapi juga mendukung UMKM binaan KAI agar semakin dikenal. Dengan mempertemukan penumpang dan pelaku UMKM secara langsung, kami berharap dapat membuka peluang promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal,” tuturnya.

Untuk itu, KAI Daop 8 Surabaya terus mendorong pemanfaatan stasiun sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang menghadirkan pengalaman positif bagi masyarakat.

Berbagai kegiatan edukasi, budaya, dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penumpang sekaligus memperkuat hubungan KAI dengan masyarakat.

Sementara itu, Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Penetapan tersebut berkaitan dengan pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2009, yang kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.

Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi membatik serta mendukung para perajin yang berperan dalam melestarikannya.

Melalui kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal batik tidak hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses, nilai, dan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berita Terkait :  Dorong UMKM Jatim Naik Kelas

Pada saat yang sama, kolaborasi dengan UMKM binaan KAI diharapkan dapat memperkuat promosi produk lokal dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenal, mencoba, dan bangga menggunakan batik. Melalui kolaborasi dengan UMKM binaan KAI, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal. Dengan demikian, stasiun tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pelanggan menuju tujuan, tetapi juga tempat hadirnya pengalaman dan cerita positif tentang budaya Indonesia,” pungkas Zaini. [riq.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!