27 C
Sidoarjo
Wednesday, September 30, 2026
spot_img

Dosen Departemen Biologi UNAIR Dorong Kemandirian Lingkungan Bagi Guru dan Santri PPTQ KAHA Sulaimaniyah melalui Program Eco-Pesantren


Oleh:
Dr Fatimah, S.Si., M.Kes – Departmen Biologi, Universitas Airlangga

Departemen Biologi Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong penguatan kemandirian lingkungan di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) KAHA Sulaimaniyah, Surabaya, melalui program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) berbasis Eco-Pesantren. Kegiatan yang dikoordinasikan Dr. Fatimah, M.Kes. tersebut dilaksanakan pada Rabu (23/9/2026) dan diikuti 73 orang peserta.

Kegiatan ini bertujuan membekali warga pesantren dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola lingkungan, khususnya pengolahan sampah, pemanfaatan pupuk hayati, dan budidaya tanaman di lahan terbatas.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan sambutan Ketua PPTQ KAHA Sulaimaniyah. Sebelum materi diberikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terkait pengelolaan sampah, pembuatan kompos dan pupuk hayati, serta pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya tanaman. Pelatihan kemudian dilaksanakan melalui tiga materi utama yang disertai praktik langsung.

Materi pertama membahas pemilahan sampah dan pembuatan kompos. Peserta diperkenalkan pada pemilahan sampah organik dan anorganik serta praktik mengolah sampah organik menggunakan komposter sederhana. Melalui kegiatan ini, sampah organik yang sebelumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan organik yang berguna bagi tanaman.

Praktek pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pembuatan pupuk kompos

Materi kedua berfokus pada pembuatan dan perbanyakan pupuk hayati. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman, termasuk prinsip pembuatan, perbanyakan inokulan, dan aplikasinya untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, materi ketiga membahas budidaya tanaman di lahan sempit namun produktif. Peserta mempelajari pemanfaatan ruang terbatas, termasuk area rooftop pesantren, melalui pemilihan media tanam, penggunaan kompos dan pupuk hayati, serta teknik dasar pemeliharaan tanaman.

Berita Terkait :  TKA Merosot, Dorong Reformasi Pendidikan dan Kembalikan Makna Belajar

Ketiga materi tersebut dirancang secara terintegrasi. Sampah organik diolah menjadi kompos, pupuk hayati dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sedangkan lahan terbatas dikembangkan menjadi area budidaya produktif. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penerapan konsep Eco-Pesantren di lingkungan PPTQ KAHA Sulaimaniyah.

Setelah seluruh materi dan praktik selesai, peserta mengikuti post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta hingga 40 persen dibandingkan dengan hasil pre-test. Evaluasi juga dilakukan melalui pengamatan keterlibatan peserta selama praktik dan testimoni untuk mengetahui pengalaman serta manfaat yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang memadukan penyampaian materi dengan praktik langsung dapat membantu peserta memahami sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan lingkungan.

Praktek pembuatan dan perbanyakan pupuk hayati (biofertilizer)

Program ini juga mendukung pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Kegiatan ini juga sejalan dengan program unggulan Universitas Airlangga yaitu WASTE TO WORTH: Transformasi Sampah menjadi Sumber Daya dan Produk Bernilai melalui Circular Economy.

Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi UNAIR berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diterapkan oleh guru dan santri dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan sampah, pemanfaatan pupuk hayati, dan budidaya tanaman di lahan terbatas diharapkan berkembang menjadi bagian dari budaya lingkungan di pesantren.

Berita Terkait :  Jawab Perkembangan Zaman, IKA FH Unair Kembangkan Wadah Profesi bagi Alumni

Program Eco-Pesantren tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan produktif. Dengan pengetahuan, teknologi sederhana, dan keterlibatan warga pesantren, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih mandiri dan berkelanjutan. [*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!