27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 29, 2026
spot_img

Hari Tani di Nganjuk, Menguji Janji Swasembada Diatas Jejak Bantuan Alsintan

Pemkab Nganjuk, Bhirawa. – Peringatan Hari Tani di Pendopo K.R.T Sosrokoesoemo Kabupaten Nganjuk Selassa (29/09/2026) tidak sekadar diwarnai selebrasi, pameran diversifikasi pangan, dan penyerahan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Di balik riuk seremoni tersebut, momentum ini menjadi panggung pengujian realitas ketahanan pangan daerah di tengah ambisi besar swasembada nasional era Presiden Prabowo Subianto.

Dalam perhelatan bertajuk “Temu Wicara: Petani Berdaya, Pertanian Melesat” tersebut, Pemkab Nganjuk memamerkan beragam komoditas hasil bumi-mulai dari padi, jagung, hortikultura (bawang merah, terung, cabai), hingga umbi-umbian dan tanaman industri sela seperti wijen serta kedelai. Namun, di balik potensi melimpah itu, terkuak potret klasik pertanian lokal yang masih terhimpit persoalan modal dan tata kelola bantuan.

Potret Realitas: Petani Skala Kecil dan Siklus Utang

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, secara gamblang menyebut bahwa mayoritas petani di Kabupaten Nganjuk merupakan petani gurem dengan kepemilikan lahan skala kecil di bawah 0,5 hektare. Menurutnya, kondisi ini membuat petani rentan terjebak siklus utang operasional tanam.

“Sik due sawah kurang dari setengah hektare iku kira-kira berapa orang? Kan banyak itu. Dadi ya pelakune beda, pelakune ya utang nyaur, utang nyaur. Utang pas pemupukan, gagal nyaur,” ujar Marhaen di hadapan para petani dan jajaran Forkopimda di Pendopo Sosrokoesoemo.

Untuk menekan ketergantungan impor pangan nasional-seperti kedelai yang angkanya mencapai 92 persen. Pemkab mendorong optimalisasi komoditas sela lokal, salah satunya Kedelai Varietas Selus Nganjuk. Komoditas ini diproyeksikan menjadi tanaman sela di antara musim tanam bawang merah. Selain bernilai ekonomi tinggi di atas Rp10.000 per kilogram, pola tumpang sari ini sekaligus berfungsi sebagai pembenah kesuburan tanah.

Berita Terkait :  Efisiensi (lebih) Sistemik

Menguji Janji Modernisasi: Sorotan Distribusi Combine Harvester

Di sisi lain, intervensi mekanisasi pertanian melalui bantuan negara terus digelontorkan. Data resmi Pemkab menunjukkan realisasi tanam padi hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar 58.000 hektare dari target tahunan 105.000 hektare, dengan produksi Gabah Kering Panen (GKP) triwulan II mencapai 348.442 ton.

Namun, efektivitas dan transparansi distribusi Alsintan kini menjadi sorotan publik. Dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) penerima Combine Harvester Besar rentang 2022 hingga 2026 mencatat distribusi sedikitnya 24 unit mesin pemanen padi otomatis kepada kelompok tani di Nganjuk.

Beberapa alokasi resmi yang teridentifikasi lengkap hingga identitas mesin meliputi:

o Poktan Pola Baru I (Desa Tegaron, Kec. Prambon): Menerima unit Maxxi Bimo 102 pada 29 November 2023 (No. Rangka: 33002311 / No. Mesin: H 2303360995).

o Poktan Serba Guna (Desa Ngepeh, Kec. Loceret): Menerima unit Yanmar AW70VW pada 26 Mei 2026 (No. Rangka: CPS-300673).

o Poktan Tani Mulyo (Desa Jaan, Kec. Gondang): Menerima unit Maxxi Bimo 102 pada 6 Juli 2026 (No. Rangka: 250096X535).

Di samping itu, pada seremoni Hari Tani di Pendopo, Pemkab juga menyerahkan bantuan Traktor Roda Empat Tahun 2026 kepada UPJA Karya Lestari (Desa Gejagan, Loceret), serta bantuan cultivator tanaman wijen untuk Poktan Indotani (Nglundo, Sukomoro) dan Poktan Sumber Pangan (Sumengko, Sukomoro). Pemkab turut menyerahkan piagam pengesahan kepada Perhimpunan Petani Bawang Merah (PPBM) Nganjuk.

Berita Terkait :  Perkuat Tim Patroli Air, Dorong Kolaborasi Penthahelix untuk Jaga Kali Surabaya

Temuan rantai bantuan ini menuntut audit pemanfaatan dan verifikasi berkala oleh Dinas Pertanian guna memastikan mesin bantuan tidak dikuasai segelintir pengurus, dipindahtangankan, atau dibebani tarif sewa komersial yang menggerus pendapatan petani.

Keseimbangan Industri dan Kawasan Pangan
Merespons perkembangan kawasan industri di Nganjuk-seperti ekspansi pabrik PT SAI di Bagor/Plandaan yang menyerap belasan ribu tenaga kerja lokal-Marhaen menegaskan komitmen Pemkab untuk tidak mengorbankan lahan pertanian produktif. Pemkab memastikan perlindungan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) tetap berjalan seimbang dengan pertumbuhan investasi.

“KP2B harus tetap dipertahankan secara seimbang. Antara industri dan lahan pertanian pangan harus berjalan selaras,” tegas Marhaen saat dikonfirmasi usai acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Hj. Ida Shobihatin, menekankan pentingnya regenerasi petani melalui penumbuhan peran petani milenial dan tokoh teladan tani (role model) lokal. Menurutnya, inovasi teknis dari petani muda menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian Nganjuk di masa depan. (end.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!