27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 29, 2026
spot_img

Cegah Banjir, Dinas PUBM dan SDA Sidoarjo Tambah 1 Pompa Air di Kelurahan Sidokare

Sidoarjo, Bhirawa. – Musum hujan semakin dekat. Rumah pompa Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, yang selama ini menjadi ujung tombak pengendali banjir, di kawasan tersebut, tahun 2026 ini mendapatkan tambahan 1 amunisi pompa air baru, dengan kapasitas penyedotan yang jauh lebih besar. Jika sebelumnya rumah pompa tersebut hanya mengandalkan satu unit pompa lama dengan kapasitas 200 liter per detik, tahun 2026 ini ditambah dengan 1 pompa air baru, yang berkapasitas 1.000 liter per detik.

“Semoga kawasan tersebut dan sekitarnya tidak banjir, genangan air hujan susut, karena pompa -pompa air yang kita sediakan,” komentar Kepala Dinas PUBM dan SDA Kabupaten Sidoarjo, M.Mahmud, Selasa (29/9) saat dikonfirmasi.

Dengan 2 unit pompa di tempat itu, diprediksi Mahmud, akan mampu mengurangi volume genangan air sampai 1.200 liter per detik. Dijelaskan mantan Kepala BKD Kabupaten Sidoarjo ini, pompa lama dengan kapasitas 200 liter/detik, ditempat itu, selama ini seringkali kewalahan.

Dengan debit air yang masuk dari drainase permukiman bisa mencapai 800-900 liter/detik saat hujan deras lebih dari satu jam, maka akibatnya, terjadi antrean air dan meluap ke jalan dan permukiman. Penambahan kapasitas hingga 6 kali lipat ini, lanjut Mahmud, diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga Kelurahan Sidokare dan sekitarnya, yang selama bertahun-tahun menjadi langganan genangan air setiap musim hujan tiba. “Penambahan pompa ini adalah bagian dari program jangka pendek penanganan banjir kota, sambil menunggu normalisasi sungai dan pembangunan bozem baru di beberapa titik,” komentar Mahmud.

Berita Terkait :  Cegah Banjir, Babinsa Koramil 0823-06/Kendit Bersama Warga Bersihkan Saluran Irigasi

Proyek pemasangan pompa baru ini ditargetkan selesai dan dapat beroperasi penuh sebelum puncak musim hujan 2025/2026, sehingga warga Sidokare bisa melewati musim hujan dengan lebih tenang pada tahun ini. Camat Sidoarjo, M.Aziz Muslim, mengatakan Kecamatan Sidoarjo, khususnya Kelurahan Sidokare, selama ini memang dikenal sebagai salah satu kawasan cekungan.

Ketinggian tanah yang lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya ditambah dengan curah hujan tinggi dan kiriman air dari sungai serta drainase kota membuat kawasan ini menjadi titik kumpulnya air. Warga yang tinggal di Jalan Raya Sidokare, Sekardangan, hingga perumahan di sekitar Pasar Larangan, kerap mengeluhkan air yang masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 30-50 cm dan baru surut setelah 4-6 jam.[kus.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!