27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 29, 2026
spot_img

Usai Libur 10 Hari Akibat Influenza, 312 Siswa SRT 2 Kota Pasuruan Kembali Masuk, Bawaan Diperiksa Ketat

Kota Pasuruan, Bhirawa. – Suasana Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan kembali berdenyut, Selasa (29/9).

Sebanyak 312 siswa yang sempat dipulangkan massal akibat gempuran wabah Influenza dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini resmi kembali menghuni asrama.

Meski demikian, pihak sekolah memberlakukan pengawasan ekstra ketat. Yakni, seluruh barang bawaan hingga bekal makanan diperiksa tanpa terkecuali.

“Hari ini, Selasa (29/9) semua siswa sudah mulai masuk asrama dan kembali belajar seperti biasa,” ungkap Kepala SRT 2 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, Selasa (29/9) sore.

Skrining kesehatan menjadi syarat mutlak bagi para siswa sebelum melangkahkan kaki menembus gerbang asrama.

Pihak sekolah mewajibkan setiap siswa mengantongi surat keterangan sehat resmi dari puskesmas atau klinik setempat guna memastikan mereka telah pulih total dari demam dan flu.

“Dan ini bagian dari langkah mengantisipasi penularan cepat influenza karena siswa langsung tinggal bersama di asrama. Kami ingin memastikan mereka benar-benar fit dan tidak ada lagi keluhan kesehatan,” papar Yuli.

Tak hanya pemeriksaan fisik, barang bawaan siswa dari rumah pun tak luput dari razia petugas.

Pihak sekolah menyisir seluruh bekal makanan dan minuman demi memastikan bebas dari kandungan ‘5P’ (Pengawet, Pemanis buatan, Pewarna sintetik, Penyedap buatan, serta Pengenyal/Pengental buatan).

Langkah drastis tersebut diambil lantaran jajanan tidak sehat dinilai berpotensi besar memicu iritasi tenggorokan dan batuk yang memperburuk kondisi siswa.

Berita Terkait :  Sediakan Harga Terjangkau, DWP Dindik Jatim Diserbu Masyarakat

Hasilnya, dalam razia tersebut petugas masih menemukan beberapa makanan dan minuman bermasalah. Makanan berbahan pemanis buatan langsung disita dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga pengantar untuk dibawa pulang.

Sekadar diketahui, SRT 2 Kota Pasuruan sempat mengambil keputusan krusial dengan memulangkan seluruh siswanya sejak Sabtu (19/9) lalu.

Kebijakan meliburkan kegiatan tatap muka selama 10 hari tersebut diambil setelah penyebaran ISPA melonjak drastis di lingkungan sekolah, bahkan menyebabkan 12 siswa harus dilarikan ke RSUD akibat demam tinggi.

Selama masa pengosongan, seluruh area ruang kelas dan asrama telah disterilisasi secara menyeluruh. [hil.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!