Gresik, Bhirawa — Polemik rencana beroperasinya PT Hanwa Royal di Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, belum menemui titik temu. Dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD Gresik, warga secara tegas menolak kehadiran industri peleburan kaleng aluminium tersebut, yang dinilai berisiko tinggi dan berlokasi terlalu dekat dengan permukiman.
Perwakilan RW 02, Ahmad Sofiudin, menjelaskan kekhawatiran warga beralasan nyata. Proses peleburan dikhawatirkan menimbulkan polusi udara, peningkatan suhu, kebisingan, hingga dampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan lingkungan sekitar. “Industri berisiko tinggi seperti ini jika beroperasi di tengah atau dekat permukiman, pasti akan menimbulkan banyak persoalan,” ujarnya.
Selain dampak lingkungan, warga juga mempertanyakan legalitas perizinan dan kesesuaian tata ruang. PT Hanwa Royal diketahui menempati lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi milik PT Indo Metal yang disewa. Warga menuntut transparansi dokumen lingkungan serta kesesuaian pemanfaatan lahan sebelum perusahaan beroperasi.
Pihak PT Hanwa Royal menjelaskan perizinan telah diajukan melalui sistem OSS dan berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), serta berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal dan menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Penjelasan tersebut belum mampu mengubah sikap warga; hearing berakhir tanpa kesepakatan bersama.
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, menyatakan pihaknya merekomendasikan pemerintah daerah melakukan verifikasi menyeluruh mencakup status perizinan, kesesuaian tata ruang, hingga analisis dampak lingkungan. Komisi II juga merencanakan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum serta kenyamanan warga.
“Izin lingkungan dikabarkan masih dalam proses di tingkat provinsi. Langkah inspeksi akan segera kami lakukan untuk melihat fakta di lapangan,” jelas Kurdi.
Polemik kini berlanjut ke tahap verifikasi lapangan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan kebijakan terkait keberadaan industri tersebut di tengah kawasan permukiman warga Gulomantung. [kim.kt]


