28 C
Sidoarjo
Monday, September 28, 2026
spot_img

Tumpas Tuntas KKB

Seluruh warga seantero Papua berhak atas keamanan, dan kedamaian hidup di tanah tumpah darah sendiri, tanah Papua. Namun telah dua dekade KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) berkedok separatis, melancarkan serangan kepada warga kampung. Terutama di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Seluruh serangan dilakukan tanpa alasan. Bahkan menyasar (menyiksa, dan membunuh) tenaga kesehatan. Sampai menembak Perwira Tinggi TNI yang sedang memberi bantuan kepada masyarakat.

Viral di media sosial (medsos) TNI mengerahkan pesawat tempur, nampak menggempur markas KKB ber-visi OPM (Organisasi Papua Merdeka). Penggunaan mesin perang cukup canggih, menggunakan pesawat tempur Super Tucano, terjadi di Papua Pegunungan. Terdapat narasi protes dari KKB-OPM. Karena “perang” menjadi tidak seimbang. Walau sesungguhnya sejak lama “perang” (teror) tidak seimbang. Karena KKB-OPM menyasar warga sipil. Termasuk guru, sekolah, tenaga kesehatan, rumah sakit, dan sopir angkutan travel.

Pengerahan pesawat tempur Super Tucano, dibantah Kepala Penerangan Koops TNI Habema. Konon video viral sebagai propaganda KKB-OPM untuk di-informasi-kan ke seluruh dunia. Tetapi TNI tidak menggunakan alutsista berat, karena cukup membahayakan teritorial. Bisa menyasar warga sipil yang tak berdosa. Tetapi Koops TNI membenarkan, sedang intensif menumpas KKB-OPM dengan pengerahan kekuatan. Nama “Habema”merupakankeseluruhan operasi di kawasan Papua.

Nama “Habema” diambil dari nama sebuah danau di kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Tetapi juga sekaligus semboyan semangat, dari semboyan “Harus Berhasil Maksimal.” Jargon semboyan diberikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. Kelompok KKB-OPM sedang menggencarkan aksi kriminalitas di kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Mimika, di propinsi Papua Tengah. Bahkan telah menentukan titik lokasi perang dengan TNI di distrik Ilaga, kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Berita Terkait :  “Bahtera” Bhirawa 56 Tahun

Tak terkecuali kepada enam orang guru dan tenaga medis di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo (21 Maret 2025).

Di Mimika, KKB-OPM menculik 8 orang warga sipil, persis pada perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026. Hanya satu orang berhasil kabur, dan bertahan hidup di hutan selama 20 hari. Korban lain (7 orang) masih terus dicari Satgas Damai Cartenz, bersama Polres Mimika. Konon seluruhnya masih hidup, “disimpan” di distrik dan akan dijadikan alat nego.

Sedangkan propinsi (hasil pemekaran Papua) lainnya, Papua Pegunungan, baru saja dilakukan penembakan tiga orang ASN Dinas Pertanian, dan sopir angkutan. Penghadangan di kabupaten Jayawijaya menewaskan seluruh sandera. Sebelumnya juga terjadi penyanderaan pilot, serta penyiksaan terhadap guru di Nduga. KKB-OPM sudah setara teroris. Seolah makin makin”menantang”aparatkeamanan. Takterkecualimembunuhenam orang guru dan tenaga medis di distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo (Maret 2025).

Maka negara tidak boleh menunggu terlalu lama memberantas KKB, yang saatinimerasamenang. Kinisaatnya TNI (danPolri) tidakragu-ragumemburu, danmenumpas KKB Papua, denganstrategi yang lebih”nendang.”Dibandingselamaini yang terkesanmasihlembek. Termasuk tidak ragu-ragu menggunakan pesawat Super Tucano, karena sesuai dengan kawasan operasi di Papua yang sangat sulit ditempuh melalui darat.

Dengan serangan presisi yang tinggi, senapan mesin dan roket bisa me-minimalisir kerusakan area luas. Sekaligus melindungi rakyat sipil yang tinggal di area serang. Operasi keamanan dan ketertiban yang lembek, bisa berujung ke-khawatiran (dan dugaan) TNI-Polri “kalah” dengan KKB -OPM. Bisa berdampak menjamurnya KKB dan separatisme di daerah lain.

Berita Terkait :  PN Surabaya Banjir Karangan Bunga Vonis Ronald Tannur

Padaha negara memiliki Densus 88 Polri. Juga terdapat Koopsus TNI yang beranggota 3 matra dengan klasisifikasi mahir. Khususnya menumpas terorisme.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!