Pemkot Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait temuan kasus Influenza A di wilayahnya. Kendati demikian, langkah preventif dan kewaspadaan dini mulai diperketat, khususnya di lingkungan satuan pendidikan, menyusul cuaca kemarau kering dan berangin yang rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama seluruh jajaran Puskesmas untuk proaktif memantau kondisi kesehatan para siswa di sekolah maupun fasilitas umum.
“Sampai saat ini dari Dinas Kesehatan belum melaporkan adanya kasus tersebut (Influenza A) kepada kami. Memang ada warga yang mengeluhkan kondisi kesehatan atau flu biasa, tetapi belum sampai terindikasi ke arah Influenza A,” ujar Wahyu Hidayat di Kota Malang, Sabtu 26/9 kemarin.
Meski belum berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa) maupun wabah, Pemkot Malang memilih mengambil langkah antisipasi sejak dini. Langkah ini diperkuat melalui Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang tertanggal 25 September 2026 perihal “Waspada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Lingkungan Satuan Pendidikan”.
Instruksikan Siswa Berkeluhan Pakai Masker
Guna memutus rantai penularan di ruang kelas, orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang ini mengimbau para peserta didik yang mulai merasakan gejala tidak enak badan, demam, atau bersin-bersin untuk disiplin mengenakan masker dan beristirahat.
“Kami mengimbau, terutama kepada para siswa, apabila mulai merasa badan tidak enak, demam, atau bergejala flu, sebaiknya segera mengenakan masker dan istirahat yang cukup. Kalau memang sakit, jangan memaksakan diri agar tidak menular ke teman-temannya,” pesannya.
Wahyu menambahkan, faktor cuaca ekstrem saat ini sangat mempengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Mengutip imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kondisi kemarau panjang, udara kering, serta hembusan angin kencang memperbesar potensi merebaknya penyakit saluran pernapasan seperti “super flu”.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Yang terpenting adalah pencegahan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Diskominfo dan Dinkes juga terus kami dorong menggencarkan sosialisasi pencegahan ke masyarakat,” tandasnya. [mut.hel]


