32 C
Sidoarjo
Monday, September 21, 2026
spot_img

Belasan Miliar Anggaran Alat Penyuling Air Laut di Pulau Mandangin Kembali Disorot

Sampang, Bhirawa – Bantuan anggaran dana pemerintah pusat menelan anggaran Rp11 miliar, pembangunan sarana, penyulingan air laut menjadi air tawar, yakni Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sejak 2012 lalu di Desa Pulau Mandangin,  Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Kini nasibnya terbengkalai dan tidak terurus.

Seperti diberitakan sebelumnya, PDAM mewakili pemerintah daerah Kabupaten Sampang,  Amin Arif Tirtana selaku Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Trunojoyo, Kabupaten Sampang, melalui whatsapp mengatakan SWRO tersebut, semua alat sudah tidak berfungsi total alias rusak. Saat bhirawa konfirmasi direktur PDAM terkait kendalanya, pihak PDAM Sampang engan menjawabnya pertanyaan tersebut.

Sementara ketua DPP Ormas Gema Anak Indonesia Bersatu Perjuangan  (GAIB-P) Habib Yusuf Assegaf, sangat menyayangkan sikap pemangku kebijakan mewakili pemerintah daerah tidak ada sesuai terkait mangkraknya SWRO yang menelan anggaran miliaran rupiah, namun pemerintah daerah tidak mampu merawatnya. Senin (21/9/2026).

“Program pemerintah pusat menfasilitasi daerah  berupa penyulingan air laut menjadi tawar, sangat cocok di Kabupaten Sampang ditengah musim kemarau seperti saat ini kesulitan air bersih,” tegasnya.

Lanjut Habib Yusuf bisa jadi fasilitas SWRO tersebut baru satu-satu di Madura, namun sayang tidak dirawat dengan baik, bahkan saya mendengar laporan banyak fasilitasnya selain sudah rusak, juga hilang entah kemana.

“Prinsipnya semua program pemerintah dari anggaran negara harus dipertanggungjawabkan sekecil apapun, apalagi SWRO ini memenangkan anggaran hingga Rp11 miliar, jangan sampai hanya pinter mengusulkan program infrastruktur, tapi minim perawatan”.pungkasnya.

Berita Terkait :  Bupati Situbondo Bersama Wabup Salurkan Bansos PKH Plus untuk Lansia

Lanjut Habib Yusuf, kami meminta pemerintah pusat segera evaluasi program tersebut, dan jangan sampai hal ini terjadi lagi, setiap program yang nilainya besar, harus melalui kajian yang benar-benar komperensif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga perawatan program tersebut, agar tidak mubazir seperti nasib SWRO di Pulau Mandangin Sampang.  [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!