Plt Bupati Baharudin menyalami peserta pelatihan yang merupakan perwakilan dari setiap OPD lingkup Pemkab Tulungagung, Senin (14/9).
Tulungagung, Bhirawa. – Pemkab Tulungagung bersama Universitas Brawijaya (UB) melalui program Dosen Berkarya (Dokar) menyelenggarakan pelatihan optimalisasi pemanfaatan media digital, Senin (14/9). Pelatihan ini bertujuan agar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab setempat dapat memaksimalkan media sosial (medsos) yang mereka miliki untuk layanan pada masyarakat.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, usai membuka pelatihan yang berlangsung di Ruang Prajamukti Kantor Bupati Tulungagung mengatakan selama ini pemanfaatan medsos oleh OPD lingkup Pemkab Tulungagung belum maksimal.
“Dengan pelatihan ini diharapkan dapat lebih maksimal dalam memberikan informasi masyarakat secara terbuka dan transparan,” ujarnya.
Sebelumnya, ia berterima kasih pada Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UB yang melalui progran Dokar memilih Pemkab Tulungagung sebagai lokasi kegiatan.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini dapat terus berlembang. Khususnya, dalam meningkatkan kapasitas aparatur dan kualitas pelayanan publik,” paparnya.
Plt Bupati Baharudin mengakui saat ini masyarakat berharap pemerintah yang terbuka, cepat, responsif, informatif dan mudah diakses. Apalagi perkembangan teknologi sudah berkembang pesat.
“Olah karena itu, media digital pemerintah tidak boleh hanya menjadi sarana publikasi kegiatan, tetapi harus menjadi instrumen komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.
Selanjutnya, Plt Bupati Baharudin menandaskan keterbukaan informasi publik juga harus menjadi perhatian utama. “Informasi pemerintah harus benar, akurat, te[at waktu, mudah diakses dan mudah dipahami dengan tetap memperhatikan ketentuan perundangan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UB, Azizun Kurnia Illahi, mengungkapkan kegiatan pelatihan optimalisasi pemanfaatan media digital bagi OPD lingkup Pemkab Tulungagung merupakan bagian pengabdian entitas UB dalam meningkatkan kapabilitas aparatur di Pemkab Tulungagung.
Ia menyebut medsos bisa menjadi alat yang berguna dan bermanfaat bagi pemerintah dalam menyampaikan informasi pada masyarakat. Namun demikian, medsos juga dapat menimbulkan persoalan jika tidak dikelola dengan tepat.
“Medsos itu berkembang cepat. Bisa mendukung dan melukai kita, karena itu perlu ada mitigasi,” tuturnya.
Azizun meminta semua peserta pelatihan untuk terus belajar. Terlebih perkembangan medsos yang pesat.
“Jangan berhenti belajar, karena dunia akan meninggalkan manusia yang berhenti belajar,” ingatnya. [wed.hel].


