Situbondo, Bhirawa – Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Pembuatan Batik Tulis bagi kelompok disabilitas secara resmi ditutup kemarin. Seluruh peserta yang berjumlah 16 orang dinyatakan lulus 100 persen dan berhasil mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Acara penutupan tersebut dihadiri oleh jajaran UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Situbondo dan ditutup secara resmi oleh Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas (PPDis) Kabupaten Situbondo, Luluk Ariyantiny,” ujar ketua panitia pelatihan membatik tulus, Wahidin.
Kata Wahidin, program ini terlaksana berkat dukungan DPA SKPD Disnakertrans Provinsi Jawa Timur serta alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.
“Pelatihan yang berlangsung sejak 16 Juli hingga 3 September 2026 ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan teknis pembuatan batik tulis yang sesuai dengan standar industri. Selama kurun waktu tersebut, para peserta mendalami berbagai teknik dasar hingga finishing pembuatan batik,” ungkap Wahidin.
Dalam laporan penutupannya, Wahidin, penyelenggara turut mengumumkan tiga lulusan dengan predikat nilai terbaik, yaitu, peringkat I, Nur Holisah; peringkat II, Farhan Dwi Affandi dan peringkat III, Susiana.
“Kelulusan dan kepemilikan sertifikat BNSP ini diharapkan menjadi modal kuat bagi para alumni pelatihan untuk masuk ke dunia kerja maupun membuka usaha mandiri di bidang kerajinan batik, sekaligus mendorong inklusivitas ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Situbondo,” pungkas Wahidin. [awi.kt]


