Gresik, Bhirawa — Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Gresik dinilai masih jauh dari memadai. Seiring meningkatnya konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, pemerintah daerah saat ini baru merencanakan pengadaan sekitar 190 titik PJU. Jumlah tersebut sangat tertinggal dibandingkan kebutuhan nyata yang diperkirakan mencapai 3.700 hingga 4.000 titik.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Gresik dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulis Irbansyah, menilai PJU bukan sekadar fasilitas pelengkap jalan. Penerangan yang memadai berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
“PJU itu menjadi urgen ketika akses konektivitas jalan semakin baik. Tujuannya untuk mengurangi kecelakaan, mengurangi kerawanan sosial, dan sebagainya,” ujarnya.
Dengan kemampuan anggaran yang terbatas, dari ribuan titik yang dibutuhkan, baru sekitar 190 titik yang dapat direalisasikan tahun ini. DPRD pun meminta Pemkab tidak menjadikan angka 190 titik sebagai pola rutin setiap tahun. Program pemasangan PJU harus dirancang berkelanjutan dengan target yang lebih besar agar kesenjangan kebutuhan tidak berlangsung terlalu lama.
“Kalau sekarang hanya 190 titik, akan membutuhkan waktu sangat panjang. Ke depan kami berharap bisa ditingkatkan, tidak hanya ratusan atau 190 titik, tetapi bisa 500 titik dan sebagainya,” ungkap Sulis.
Titik PJU yang direncanakan akan disebar di sejumlah kecamatan, baik wilayah utara maupun selatan Gresik, untuk menjangkau ruas-ruas jalan yang paling membutuhkan penerangan. Komisi III sebelumnya juga mendorong penambahan anggaran PJU, namun keterbatasan waktu proses lelang, pengerjaan, dan persiapan teknis membuat penambahan belum dapat dilakukan secara maksimal. Akhirnya disepakati bertahan di angka tersebut, dan tahun depan akan didorong kembali melalui APBD.
Selain PJU, pembahasan juga menyasar pembangunan infrastruktur jalan, khususnya penyelesaian Jalan Poros Desa (JPD) dengan dukungan anggaran sekitar Rp77 miliar. Anggaran tersebut diproyeksikan untuk menyelesaikan pembangunan jalan poros di 24 hingga 30 lokasi, dengan fokus sementara di wilayah selatan Gresik, terutama Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean. [kim.kt]

