Pemprov Jatim, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pembinaan teknis bulanan bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke ekosistem pengadaan barang/jasa pemerintah. Pada Rabu 2 September, Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim akan melatih 27 penyedia baru yang telah terkurasi melalui program Jawa Timur Belanja Online, kali ini dengan fokus pada marketplace Gratis Ongkir yang disebut paling tinggi transaksinya di Jatim tahun ini.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung besok ini menargetkan pelaku usaha yang baru akan merambah dunia pengadaan barang dan jasa (PBJ). Nanda Pratama Sukoco, Ketua Tim Pendampingan, Konsultasi, dan Bimtek Biro PBJ Setdaprov Jatim, menjelaskan bahwa pelatihan akan difokuskan pada Toko Daring/Marketplace Gratis Ongkir, salah satu dari lima lokapasar dalam program Jawa Timur Belanja Online.
“Kebetulan yang besok tanggal 2 September ini kesempatannya adalah rekan-rekan penyedia yang memang mereka itu baru mau masuk ke dunia pengadaan barang dan jasa,” ujar Nanda, saat diwawancarai Bhirawa (1/9/2026) pagi.
Ia menambahkan, dari lima marketplace yang tersedia, yaitu Gratis Ongkir, Mbizmarket, Indotrading, Toko Ladang, dan Toko Gramedia.com, pilihan jatuh pada Gratis Ongkir karena tingginya volume transaksi di platform tersebut sepanjang 2026.
“Marketplace gratis ongkir ini marketplace yang saat ini memang menjadi marketplace yang saat ini yang sedang tinggi proses transaksinya di Jawa Timur pada tahun 2026 ini,” kata Nanda.
Sebanyak 27 peserta yang akan mengikuti bimtek besok merupakan pelaku usaha yang telah melalui proses kurasi bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Mereka berasal dari tiga sektor komoditas yang paling laris di Jatim, percetakan, event organizer (EO), dan makanan-minuman (mamin).
“Kenapa kami angkat 3 komoditas itu? Karena 3 komoditas itu memang yang paling laris atau yang paling banyak peminatnya di Jawa Timur di tahun 2026 ini,” jelas Nanda.
Pilihan tiga sektor ini bukan tanpa alasan. Data transaksi pengadaan pemerintah di Jatim menunjukkan bahwa kebutuhan atas jasa percetakan, penyelenggaraan acara, serta konsumsi rapat dan kegiatan dinas terus meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi UMKM untuk masuk sebagai penyedia resmi.
Pelatihan besok akan menghadirkan narasumber dari internal Biro PBJ serta trainer langsung dari marketplace Gratis Ongkir. Peserta akan dibimbing langkah demi langkah, mulai dari pendaftaran, onboarding, cara menerima transaksi, hingga mendaftarkan produk mereka di platform.
“Nanti mereka akan diajari cara pendaftaran, kemudian onboarding, kemudian cara mereka menerima transaksi, mereka mendaftarkan produknya dan sebagainya,” papar Nanda.
Selain aspek teknis, peserta juga akan mendapat pemahaman umum tentang ekosistem Jawa Timur Belanja Online dari tim internal Biro PBJ. Hal ini diharapkan dapat membekali mereka tidak hanya secara operasional, tetapi juga strategis dalam memanfaatkan peluang pasar pemerintah.
Harapannya, UMKM naik kelas, masuk rantai pasok pemerintah.
Tujuan akhir dari rangkaian bimtek bulanan ini adalah memperluas basis penyedia lokal yang mampu melayani kebutuhan pemerintah. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bergantung pada pasar konsumen akhir, tetapi juga dapat mengakses anggaran pengadaan pemerintah yang nilainya signifikan.
“Harapannya nanti teman-teman di sini ini mereka nanti akan ikut masuk ke ekosistem pengadaan barang/jasa pemerintah. Mereka tidak hanya melayani pangsa pasar mereka sendiri yaitu Masyarakat umum, namun mereka bisa memperluas usaha mereka ke level pemerintah,” pungkas Nanda.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov Jatim menutup celah korupsi dan meningkatkan transparansi pengadaan, sekaligus mendorong produk lokal masuk dalam rantai pasok resmi pemerintah melalui sistem yang terintegrasi. [aya.kt]

