30 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Anggota DPR RI Minta Warga Situbondo Tidak Panik, Sikapi Gangguan Pasokan LPG

Situbondo, Bhirawa – HM Nasim Khan, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil III Jawa Timur meliputi Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi, meminta masyarakat tidak panik menyikapi terganggunya pasokan LPG 3 kilogram dari Depo Pertamina Banyuwangi.

Nasim Khan menjelaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan LPG 3 kilogram, melainkan gangguan penyaluran karena akses menuju fasilitas pengisian LPG milik PT MMP Bosowa mengalami kendala.

“Tidak ada kelangkaan gas LPG. Tapi, ada gangguan penyaluran yang terkendala akibat adanya konflik antara PT MMP Bosowa dengan warga setempat.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, akses masuk menuju Terminal LPG Swasta PT MMP Bosowa ditutup sejak hari Rabu, tanggal 26 Agustus 2026. Penutupan akses tersebut berkaitan dengan sengketa tanah antara pihak penggugat dan PT MMP Bosowa,” kata Nasim Khan, Selasa, 1 September 2026.

Lebih lanjut, Nasim Khan mengatakan bahwa pihak Pertamina telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) setempat untuk menangani kondisi tersebut sengketa tanah tersebut.

“Pertamina telah melakukan langkah pengalihan pasokan guna menjaga kebutuhan LPG masyarakat di Banyuwangi dan Situbondo yang terdampak,” jelasnya.

Nasim Khan menjelaskan, saat ini pasokan LPG telah dialihkan ke Depot LPG MEM Gresik. Ia pun meminta masyarakat tidak panik karena persoalan antara pihak-pihak yang bersengketa diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak berdampak panjang terhadap kebutuhan masyarakat.

Berita Terkait :  Dosen UB Sebut Bendera Onepiece sebagai Ekspresi dan Kritik Sosial

“Saya berharap persoalan sengketa tersebut bisa diselesaikan dengan kepala dingin oleh kedua belah pihak. Kebutuhan masyarakat harus diakomodir dan yang paling penting kemaslahatan masyarakat banyak seperti Banyuwangi dan Situbondo agar diutamakan,” harap Nasim Khan.

Nasim Khan juga memastikan kondisi pasokan LPG 3 kg terus dikoordinasikan oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Pertamina. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian LPG melon secara berlebihan yang justru dapat memperburuk kondisi di lapangan.

“Saya meminta agar warga Banyuwangi dan Situbondo tidak panik. Saat ini persoalan tersebut sudah dikoordinasikan oleh semua pihak, mulai dari pemkab, APH dan Pertamina agar pasokan gas LPG 3 kg kembali normal,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Nasim Khan, Pertamina telah melakukan mitigasi untuk memastikan penyaluran LPG 3 kilogram di wilayah Banyuwangi dan Situbondo tetap berjalan.

“Gangguan distribusi tersebut terjadi setelah adanya penyampaian aspirasi terkait permasalahan lahan di lingkungan perusahaan yang kemudian membuat akses menuju fasilitas pengisian menjadi terbatas,” jelasnya.

Kondisi itu, sambung Nasim Khan, berdampak terhadap proses pengisian skid tank LPG untuk sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) yang melayani wilayah Banyuwangi dan Situbondo.

“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), kemudian melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan LPG subsidi masyarakat,” kata Nasim Khan.

Selanjutnya, imbuh Nasim Khan, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menginformasikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi stok dan penyaluran LPG di kedua wilayah tersebut.

Berita Terkait :  Tim Kemenangan Pasangan Harmonis Gelar Wayang Kulit Wahyu Katentreman

“Pertamina terus menjaga stok dan penyaluran LPG di Banyuwangi dan Situbondo. Pihak Pertamina juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pengisian dapat segera kembali berjalan dan kebutuhan LPG masyarakat terpenuhi,” pungkas Nasim Khan.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!