28 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

Usai Terpilih Ketum PBNU, Gus Kikin Ziarah Sambil Bawa Tongkat Mbah Hasyim

Jombang, Bhirawa – Suasana berbalut haru dan bahagia menyambut kedatangan KH Abdul Hakim atau Gus Kikin ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Senin (31/08) usai Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Kedatangan Gus Kikin disambut meriah ribuan santri Tebuireng. Mereka melantunkan lagu Ya Lal Wathan dan berselawat, disertai penampilan tim hadrah pesantren.

Bagi para santri, penyambutan tersebut menjadi ungkapan kebanggaan karena sosok yang mereka sambut merupakan pengasuh pesantren sendiri dan kini dipercaya memimpin organisasi Islam terbesar di dunia.

Salah seorang santri Tebuireng asal Magetan, Munarwan menuturkan, dirinya merasa senang sekaligus bangga atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.

“Senang karena pengasuhnya sendiri. Jadi rasa di dalam hati itu ikut senang, ikut bangga karena pengasuhnya bisa menang, mencalonkan diri menjadi ketua umum PBNU,” tutur Munarwan.

Munarwan menambahkan, hampir seluruh santri Tebuireng ikut dalam penyambutan tersebut. Jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan santri.

“Ada penyambutan dari para santri, tim hadrah dari Tebuireng, dan banyak anak-anak juga melantunkan Ya Lal Wathan dan selawat bareng-bareng,” imbuh dia.

Dia berharap NU ke depan semakin baik.

Menurutnya, sosok Gus Kikin setelah terpilih sebagai Ketum PBNU terlihat semakin berwibawa.

Setelah disambut ribuan santri, Gus Kikin lantas berziarah ke kompleks makam keluarga Ponpes Tebuireng yang berada di dalam kompleks pesantren setempat.

Berita Terkait :  Dukung Pemecahan Rekor MURI, Pengurus dan Ribuan Simpatisan Golkar Situbondo Ikuti Senam Massal

Momen menjadi sakral ketika Gus Kikin berjalan menuju makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dengan membawa tongkat milik pendiri NU tersebut.

Gus Kikin merupakan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Ketika berziarah, Gus Kikin didampingi KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, yang kini merupakan Menhaj RI.

Gus Kikin kemudian berziarah dan melakukan tabur bunga di makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan keluarga besar Tebuireng yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Usai berziarah, Gus Kikin menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan para santri.

“Ini saya pulang tadi, saya di jalan baru dikasih tahu kalau ada yang ‘nyambut’. Ini juga, ya Allah, alhamdulillah. Kebersamaan semacam ini sangat mendapat ridho dari Allah Subhanahu wa ta’ala,” tuturvGus Kikin dengan haru.

Gus Kikin menyampaikan, terpilihnya dirinya sebagai Ketua Umum PBNU merupakan hasil dari proses panjang selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.

Di balik rasa bahagia tersebut, Gus Kikin mengaku menyadari besarnya tanggung jawab yang kini diembannya.

“Saya ada senang, ada rasa beban, karena itu merupakan sesuatu amanah yang cukup serius untuk bisa dipikirkan karena mengandung satu beban yang cukup berat,” ucap Gus Kikin.

Gus Kikin juga mengingatkan para santri agar terus mempelajari ilmu yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, PP Tebuireng merupakan tempat para santri mempelajari ilmu-ilmu yang dahulu diajarkan langsung oleh pendiri NU tersebut.

Berita Terkait :  Simulasi Pencoblosan, KPU Kota Malang Libatkan PPK dan PPS

“Di Pondok Tebuireng inilah kita semuanya belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Ilmu-ilmu beliau itu sangat mendalam. Ilmu-ilmu beliau itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat,” jelasnya.

Ia meminta para santri mengambil pelajaran dari warisan keilmuan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

“Terutama untuk para santri sekalian, belajarlah, ambillah pelajaran yang ditinggalkan oleh Hadratussyaikh,” kata Gus Kikin.

“Belajar di pondok untuk memahami ilmu-ilmu yang diajarkan di pondok, yang terutama adalah yang diwariskan oleh Hadratussyaikh,” kata Gus Kikin berpesan.

Gus Kikin menambahkan, keilmuan yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari memiliki sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah Muhammad SAW.

Sementara itu, Gus Irfan yang mendampingi Gus Kikin dalam ziarah menyebut kunjungan tersebut sebagai ziarah pertama Gus Kikin setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Menurut Gus Irfan, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari telah mewariskan amanah besar kepada generasi setelahnya, yakni Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama.

“Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari sudah diketahui, sudah diakui keulamaannya, sudah diakui juga perjuangan-perjuangannya di Indonesia,” kata Gus Irfan.

“Beliau memberikan amanah kepada kita semua dua hal. Pertama, tentu Pesantren Tebuireng; yang kedua adalah Nahdlatul Ulama,” tutur Gus Irfan.

Menurut Gus Irfan, terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU menjadi momentum kembalinya kepemimpinan NU kepada dzuryyah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Berita Terkait :  Tukar Guling Aset Pemkot Surabaya dengan Swasta Harus Bermanfaat

“Nahdlatul Ulama sudah cukup lama dipegang bukan dzuriyyah beliau. Tetapi alhamdulillah pagi ini kembali diserahkan kepada dzuriyyah beliau,” ucap Gus Irfan. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!