27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah Dorong Seluruh Sekolah di Jatim Kembangkan SIKAP

Jombang, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh sekolah di Jawa Timur mengembangkan inovasi ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan sekolah secara produktif dan berkelanjutan. Program tersebut salah satunya diwujudkan melalui Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) yang kini memasuki tahun ketiga.

Dorongan itu disampaikan Khofifah saat bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau hasil Program SIKAP yang diimplementasikan SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang di SMA Negeri 2 Jombang, Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, beragam hasil budidaya siswa dipamerkan, mulai dari jambu, melon, pisang, belimbing, pepaya, jeruk, cabai, sawi hidroponik hingga terong ungu dan putih. Khofifah bersama Menteri PPPA juga menanam bibit jeruk madu sebagai bagian dari pengembangan SIKAP di SMA Negeri 2 Jombang.

“Ini tahun ketiga program SIKAP, dan ini program inisiatif Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dibangun berbasis pemanfaatan lahan sekolah secara produktif dan berkelanjutan,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, upaya membangun ketahanan pangan tidak harus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas. Setiap ruang yang tersedia di lingkungan institusi, sekolah maupun rumah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan.

“Sesungguhnya kita tidak bisa mengandalkan luasan lahan, berapa hektar lahan. Jadi di setiap area yang ada di sekeliling institusi kita, rumah bahkan sekolah, itu sangat memungkinkan menyiapkan format ketahanan pangan,” terangnya.

Berita Terkait :  KPU Kabupaten Pasuruan Temukan 84.412 Pemilih TMS

Karena itu, Khofifah menggaungkan pengembangan inovasi pangan di seluruh sekolah di Jawa Timur. Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk mengenalkan sekaligus mempraktikkan ketahanan pangan kepada generasi muda.

“Kami ingin program inovasi ini bisa diimplementasikan di seluruh sekolah di Jawa Timur. Tadi kami juga berkesempatan melakukan panen ikan nila yang dibudidayakan sekolah, ada juga panen sawi pakcoy, sawi samhong,” imbuhnya.

Berbagai hasil budidaya tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dikembangkan dengan beragam metode. Di SMA Negeri 2 Jombang, misalnya, siswa memanfaatkan media polybag untuk menanam terong, sementara komoditas lainnya dikembangkan melalui sistem hidroponik.

“Sangat memungkinkan untuk kita siapkan bagaimana saling bertanam, menyiapkan format ketahanan pangan. Kita bisa melihat ada terong dengan media tanam polybag bukan di tanah, ada macam-macam, ada jeruk, tomat, ada hidroponik,” jelasnya.

Selain meninjau hasil SIKAP, Khofifah juga melihat hasil prakarya dan kewirausahaan dari seluruh SMA Double Track Kabupaten Jombang.

Program SIKAP sendiri diintegrasikan dalam pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU), khususnya bagi siswa kelas XI. Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori kewirausahaan di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses budidaya dari pembibitan, perawatan, pemanenan, hingga pengemasan dan pelabelan produk.

“Tidak hanya belajar menanam, anak-anak juga belajar mengemas produk hasil budidaya secara menarik dengan label program SIKAP, sebagai bagian dari pembelajaran nilai tambah dan kewirausahaan,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Bupati Tulungagung Dorong Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Semua Sekolah

Khofifah berharap pengembangan SIKAP di sekolah tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga membentuk kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan peserta didik.

“Harapannya, anak-anak yang terlibat langsung dalam proses produksi dari hulu hingga hilir, tidak hanya memiliki pengetahuan, tapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi masa depan,” pungkasnya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!