Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa getaran spiritual dan harapan besar bagi kita semua. Sebagai warga Nahdliyin, kembalinya muktamar ke tanah Jombang bukan sekadar napak tilas sejarah tempat kelahiran jam’iyah. Momentum ini merupakan batu pijakan krusial dalam memasuki fajar abad kedua pengabdian NU untuk umat dan bangsa.
Muktamar kali ini mengusung tema yang sangat mendalam: “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.” Tema ini menjadi pengingat utama bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, digitalisasi, serta dinamika politik domestik maupun global, NU harus tetap berdiri kokoh sebagai jangkar moral spiritual Indonesia. Harapan terbesar masyarakat adalah agar forum tertinggi ini mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membumi, tidak hanya larut dalam kontestasi struktural pemilihan ketua umum, melainkan fokus pada penguatan khidmah nyata bagi umat terbawah.
Pertama, kita berharap Muktamar ke-35 mampu merumuskan peta jalan (roadmap) transformasi organisasi yang inklusif untuk 25 tahun ke depan. Di era kecerdasan buatan, NU perlu mempercepat adopsi teknologi tanpa kehilangan jati diri luhur pesantren. Pemanfaatan sistem registrasi digital canggih berbasis chip dalam muktamar kali ini membuktikan para santri siap memimpin era baru. Namun, tantangan riil di akar rumput adalah pemerataan literasi digital dan perlindungan data warga yang harus dikawal serius oleh PBNU.
Kedua, NU harus tetap konsisten menyuarakan isu-isu kemanusiaan, keadilan sosial, konflik agraria, dan kelestarian lingkungan hidup. Suara kiai keaswajaan sangat dinantikan untuk membela hak-hak masyarakat kecil yang rentan terpinggirkan oleh laju pembangunan makro. Keputusan sidang-sidang Bahtsul Masail yang digodok di Jombang diharapkan melahirkan panduan fiqh kontemporer yang responsif, aplikatif, dan berpihak pada kemaslahatan umum.
Ketiga, kemandirian ekonomi warga Nahdliyin harus diposisikan sebagai pilar gerakan utama yang terukur. Pemberdayaan UMKM berbasis pesantren, jaminan akses pendidikan berkualitas bagi warga prasejahtera, serta optimalisasi jejaring ekonomi lokal perlu diwujudkan agar organisasi ini tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan pragmatis jangka pendek.
Semoga Muktamar ke-35 NU di Jombang berjalan dengan sejuk, aman, teduh, dan penuh berkah. Kita mendoakan agar para ulama, kiai, dan muktamirin senantiasa dinaungi petunjuk Allah SWT untuk melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mencintai umat dengan ketulusan hati. Selamat ber-Muktamar!
Ahmad Fauzi
Warga Nahdliyin, Jawa Timur



