31 C
Sidoarjo
Wednesday, August 26, 2026
spot_img

Gus Kikin Dinilai Miliki Kemampuan Yang Utuh Untuk Pimpin NU

Jombang, Bhirawa – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) , KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan yang utuh untuk memimpin Nahdlatul Ulama (NU). Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A. Junaidi Hidayat, Selasa (25/8/2026).

Menurut KH Junaidi Hidayat, kapasitas seorang calon pemimpin NU tidak semestinya diukur hanya dari kemampuan keilmuan agama. Sebagai organisasi besar dengan jaringan yang luas, NU membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan dalam berbagai bidang.

“Karena seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya,” beber KH Junaidi Hidayat.

Dia memandang, tantangan yang dihadapi NU pada abad kedua semakin kompleks. Perubahan global menuntut organisasi memiliki kepemimpinan yang mampu mengelola sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki NU.

KH Junaidi Hidayat menilai, Gus Kikin memiliki sejumlah kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi NU. “Saya melihat Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh. Beliau juga seorang pengusaha, punya kekuatan di bidang jaringan untuk bagaimana membangun. Di media juga beliau pernah punya media televisi,” terangnya.

Berita Terkait :  Soroti Siswa Diduga Keracunan MBG, Bang Jo Minta Evaluasi dan Pengawasan Diperketat

Oleh karenanya dia mengingatkan agar penilaian terhadap seorang tokoh dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan satu aspek. “Karena NU membutuhkan kekuatan itu,” tandasnya lagi.

Lebih lanjut KH Junaidi berharap Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang tidak terjebak pada pertarungan kepentingan. Dia ingin forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU menghadapi tantangan zaman.

KH Junaidi Hidayat menyampaikan, NU ke depan perlu memperkuat berbagai sektor. Mulai dari kemandirian ekonomi, tata kelola organisasi, pendidikan, jaringan internasional hingga gerakan sosial.

Dia berharap dengan kekuatan tersebut NU mampu menghadapi tantangan abad kedua secara lebih matang dan mandiri.

“Sehingga NU betul-betul akan siap untuk bisa masuk pada pertarungan abad kedua dengan kedigdayaan dalam semua aspek. Secara ekonomi, manajerial, jaringan internasional, pendidikan, dan sebagainya,” pungkasnya. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!