Kab. Probolinggo, Bhirawa – Krisis air bersih kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada warga Dusun Lampekan, RT 11 RW 04, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (24/8/2026).
Bantuan air bersih tersebut diberikan menyusul kondisi warga yang mengalami kekurangan air bersih. Distribusi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 16.18 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekurangan air.
“BPBD Kabupaten Probolinggo terus melakukan pemantauan dan pendistribusian bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan air. Kali ini kami salurkan sebanyak 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Dusun Lampekan, Desa Paras,” ujar Oemar Sjarief.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya untuk keperluan sehari-hari selama kondisi kekurangan air bersih masih terjadi.
Dalam pendistribusian kali ini, air bersih disalurkan kepada masyarakat yang tersebar di wilayah Dusun Lampekan dengan jumlah sekitar 116 kepala keluarga atau sebanyak 260 jiwa.
Oemar menegaskan, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk respons kami terhadap kebutuhan masyarakat. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan distribusi apabila masih ada wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo mengerahkan personel TRC PB dengan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
Pendistribusian air bersih ini menjadi bagian dari upaya BPBD Kabupaten Probolinggo dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekurangan air bersih, terutama di wilayah yang mulai mengalami keterbatasan sumber air. [fir.kt]



