27 C
Sidoarjo
Monday, August 24, 2026
spot_img

Emil Dorong Kolaborasi AI-India di KEK Singhasari untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Jatim

Pemprov Jatim, Bhirawa – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut delegasi India dalam forum Indonesia-India Tech yang berlangsung di Hello Motion High School, kawasan KEK Singhasari, Kabupaten Malang, Minggu (23/8/2026). Pertemuan ini menjadi wadah penguatan kerja sama antara Jawa Timur dan India di bidang teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), animasi, serta ekonomi kreatif.

Emil menekankan bahwa kemajuan AI tidak harus dipandang semata sebagai ancaman terhadap para kreator. Menurutnya, teknologi ini sebaiknya diarahkan menjadi alat yang meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang kolaborasi baru bagi pelaku industri kreatif.

“AI ini sebenarnya menjadi ancaman yang harus kita blokir, dilarang, bahkan dimatikan kalau perlu karena ini mematikan kreator. Tapi bisa juga kolaborasi. Hari ini ada kawan-kawan kita dari India yang dari pengalaman mereka di sana justru sudah berdamai dengan AI,” ujar Emil.

Pengalaman India dalam pengembangan teknologi digital disebut Emil sebagai pelajaran penting bagi Jawa Timur. India dinilai mampu memadukan AI dengan kreativitas manusia tanpa menghilangkan sentuhan artistik yang menjadi kekuatan industri kreatif.

Emil menegaskan bahwa karya kreatif tetap membutuhkan sentuhan manusia, sebab sesuatu yang sepenuhnya artifisial atau robotik tidak selalu mampu menyentuh aspek seni dan emosi yang dirasakan penonton. Untuk itu, AI sebaiknya difungsikan sebagai tools yang membantu proses kreatif, bukan menggantikan kreativitas manusia.

Berita Terkait :  80 Hektare Savana Bromo Membara: Kemenhut hingga BNPB Maksimalkan Operasi Darat-Udara

“AI ini fungsinya bukan lagi menggantikan, tapi menjadi semacam tools atau perangkat software yang membantu kerja para animator,” jelasnya.

Emil berharap dialog dalam Indonesia-India Tech dapat berlanjut ke langkah konkret: kolaborasi antara animator dan pelaku industri kreatif di KEK Singhasari dengan mitra-mitra dari India. India, menurutnya, memiliki kapasitas kuat di bidang teknologi digital dan industri kreatif sehingga potensinya besar untuk dijajaki bersama.

Salah satu modal penting KEK Singhasari untuk menjadi pusat kolaborasi adalah keberadaan Hello Motion High School, yang menerapkan pendekatan pendidikan kreatif dan memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk belajar dan berkarya. Sekolah itu memberi kebebasan kepada siswa untuk berekspresi di luar ruang kelas, misalnya mengerjakan tugas sambil berada di taman atau trotoar dengan perangkat digital.

“Ini SMA yang mengizinkan anak-anaknya tidak terkungkung dengan penampilan dan jangan terkungkung dengan ruang kelas, karena kreasinya harus di mana saja,” kata Emil.

Menurut Emil, ekosistem kreatif di KEK Singhasari semakin berkembang: terdapat studio-studio animasi, kelas industri untuk siswa SMK, ruang coding, serta klaster film dan animasi. Puluhan hingga ratusan animator sudah aktif berkarya di kawasan itu, dan komunitasnya yang kuat menjadi kekayaan tersendiri.

“Jadi saya pikir tentu kemegahan kawasan ini bukan bangunannya. Kemegahannya ada di dalam keguyuban komunitasnya, jadi betul-betul dari akar rumput,” ujarnya.

Berita Terkait :  Festival Tembakau dan Kopi Nusantara 7, Pamerkan Diharapkan Tingkatkan Daya Tarik Wisata dan Ekonomi Lokal

Tidak hanya menarik perhatian mitra dari India, Emil menyampaikan bahwa KEK Singhasari juga mulai dilirik institusi pendidikan internasional. King’s College London telah membuka program magister digital di kawasan tersebut, dan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di India meninjau peluang kerja sama.

Potensi kerja sama yang bisa dikembangkan tak terbatas pada animasi dan ekonomi kreatif; sektor teknologi lain seperti cyber security juga dinilai relevan. Dengan kombinasi pendidikan, industri, teknologi, kreativitas, dan jejaring internasional, KEK Singhasari diharapkan menjadi ekosistem yang mendukung lahirnya inovasi bernilai ekonomi dan daya saing global.

“Persahabatan India dengan Jawa Timur ini juga sudah semakin erat. Ibu Gubernur dengan Dubes India sudah bertemu, di sini juga ada konsul perwakilannya,” ungkap Emil.

Emil menambahkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif penting bagi Jawa Timur karena berbeda karakter dengan eksploitasi sumber daya alam yang terbatas. Ekonomi kreatif mengandalkan kemampuan manusia dan kreativitas, sehingga potensinya dapat terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan baru.

“Jawa Timur ini sumber daya alamnya melimpah, tapi tetap ada batasannya. Harus kita simpan untuk anak cucu kita. Tetapi yang akan berkelanjutan adalah ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif itu mendayagunakan isi kepala kita untuk menciptakan nilai ekonomis,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, industri, komunitas kreatif, dan mitra internasional, Emil berharap talenta muda Jawa Timur tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu mencipta karya dan inovasi yang bernilai ekonomi serta berdaya saing di pasar global. [aya.kt]

Berita Terkait :  Kadinsos Jatim Dorong Optimalisasi Rehabilitasi Sosial Tuban

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!