27 C
Sidoarjo
Monday, August 24, 2026
spot_img

Bukan Sekadar Medali : Belajar dari Perjalanan Atlet Muda Sepak Takraw di King’s Cup Thailand

Refleksi Bersama Mahasiswa Berpestasi Cabang Olahraga Sepak Takraw

Oleh:
Dr. Muhammad Muhyi S.Pd. M.Pd
Binpres PSTI Jawa Timur,
Dosen Prodi Penjas Program Magister FKIP UAB

Pada hari ini 24 Agustus 2026, saya sengaja membuat pertemuan dengan atlet sepak takraw yang memiliki prestasi olahraga yang gemilang di berbagai pertandingan nasional dan internasional yakni Salsabila, peraih medali perunggu di King’s Cup Thailand yang diikuti oleh 20 negara, termasuk negara yang berlaga di Sea Games maupun Asian Games, dan saudari Salsabila sebagai atlet sepak takraw dari jawa timur, dan juga sebagai mahasiswa prodi pendidikan jasmani.

Pengalaman di lapangan yang sudah diraih sangat menarik untuk digali sebagai bahan kajian dan telaah serta inpirasi untuk atlet muda yang sedang berusaha untuk mencapai level nasional dan internasional. Ada beberapa hasil dialog menarik yang telah saya lakukan dan hasilnya patut dijadikan relfeksi bersama agar memberikan manfaat untuk kita semua pegiat olahraga sepak takraw khusus di PSTI Jawa TImur.

Pertama, apa faktor pendukung yang dapat mengantarkan atlet sampai di level tersebut, beberapa faktor yang dianggap penting adalah program latihan untuk kesiapan fisik, teknik dan strategi, selain itu adalah mental bertanding menghadapi lawan yang memiliki tingkat kemampuan yang sangat baik seperti lawan dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Jepang termasuk Korea Selatan. Setiap lawan tanding yang dihadapi memiliki karakteristik keunggulan tim yang memerlukan ketajaman membaca kemampuan lawan dan hal tersebut harus di dukung dengan kesiapan mental yang luar biasa.

Berita Terkait :  Perlindungan Anak di Ruang Digital

Faktor yang tidak kalah penting dalam diskusi tersebut yang membuat saya berpikir lebih mandalam adalah jam terbang. Makin tinggi jam terbang atlet atau pengalaman bertanding yang tinggi dapat mendukung pengalaman dalam mengasah keterampilan, strategi dan kekompakan tim melalui berbagai pertandingan. Jadi program latihan yang baik dan berkualitas tinggi harus di dukung dengan kesiapan mental yang sangat baik, dan didukung dengan jam terbang tanding yang cukup banyak.

Dari hasil dialog tersebut memberikan makna penting bahwa program latihan yang tepat, terukur, dan berkelanjutan sesuai dengan lama waktu latihan dan target yang ingin dicapai menjadi poin penting dalam mengantarkan seorang atlet mencapai prestasi terbaik sampai di puncak yakni meraih juara 1 atau medali emas. Dalam mendesain program latihan selain latihan fisik penting memperhatikan kesiapan mental, mental yang kuat, tidak mudah menyerah, gigih untuk terus berusaha meraih angka demi angka agar sampai mencapai angka kemenangan dengan usaha terbaik karena lawan jelas berusaha meraih angka untuk tim dan menahan raihan angka untuk lawan. Jam terbang tanding di berbagai liga nasional dan internasional harus terus diperbanyak lebih khusus lagi di provinsi Jawwa TImur untuk cabor sepak takraw, dengan harapan pengalaman tanding menjadi berkembang, kaya pengalaman penerapan strategi tim untuk meraih kemenangan.

Kedua, apa faktor penting yang menjadi tantangan sebagai atlet saat ini, hasil diskusi saya dengan Salsabila, disela-sela dia latihan sepak takraw di Jagir Surabaya, diperoleh gambaran bahwa masih minim liga, minim open turnamen yang menjadi tantangan mendasar apalagi untuk tim putri sepak takraw, kalau merujuk pada berbagai liga sangat sering dilakukan di Thailand, Vietnam dan Malaysia. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah melawan malas selama latihan, tangguh, berdaya tahan, tidak mudah menyerah untuk sampai pada puncak hasil yang kami harapkan. Berdasarkan dua tantangan yang disampaikan atlet, ada tantangan yang sifatnya internal yakni ke dalam diri atlet itu sendiri berupa melawan rasa malas latihan, sungguh-sungguh berlatih, dan membawa dampak atau perubahan dari hasil latihan untuk kesiapan lawan tanding, sehingga melawan rasa malas harus di support agar atlet berlatih hilang rasa malas, dan didukug pelatih mereduksi malas latihan jadi semangat yang luar biasa, tentu ini menjadi tantangan tersendiri baik dalam diri pelatih maupun dari atlet itu sendiri. Even bisa dibilang belum banyak apalagi tim putri, maka kejuaraan, liga digelar sebanyak-banyaknya dengan terjadwal baik khususnya di Jawa Timur untuk cabor sepak takraw, penguatan tim putri dan regenerasi atlet putri harus terus di dorong di tingkat SD dan SMP serta ditingkat SMA.

Berita Terkait :  Perkuat Konektivitas, ASDP Wujudkan Ekosistem Transportasi Berdaya Saing

Dari hasil dialog tersebut saya sebagai binpres PSTI Jawa Timur, menyatakan bahwa program latihan yang dirancang dan diterapkan selama latihan dapat mmemperhatikan latihan fisik dan latihan mental yang terukur sehingga mendukung pada daya tahan fisk dan daya tahan mental atlet sepak takraw dan dapat mendukung jam latihan atlet. Selain itu penting memperhatikan jam terbang atlet bertanding di berbagai kejuaraan khususnya di tingkat kabupaten dan provinsi, sehingga menjadi bekal baik yang sangat berharga untuk atlet agar jadi bekal pengalaman tanding menuju ke pertandingan nasional, regional dan internasional.

Jumlah turnamen sepak takraw yang diadakan khsususnya di jawa timur terus bergrerak pada kenaikan jumlah turnamen seperti yang diadakan di berbagai kab kota atau bakorwil yang terus dilakukan, dan dengan banyak turnamen dapat mereduksi kemalasan atlet berlatih karena memiliki tujuan dan target yang jelas. Semoga hasil dialog dengan atlet muda sepak takraw dapat menjadi inspirasi dalam rangka mendorong kemajuan sepak takraw di Jawa Timur yang didukung penuh oleh PSTI Jawa Timur. Salam olahraga, maju dan jaya sepak takraw Jawa Timur. *

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!