31 C
Sidoarjo
Wednesday, August 19, 2026
spot_img

​Wakili Jatim Di OSN IPS, Wildan Panen Pujian Bupati Situbondo, Diminta Tampil Tanpa Beban

Situbondo, Bhirawa – Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh putra daerah asal Kabupaten Situbondo. Wildan Prawira Rifandi, seorang pelajar berprestasi, berhasil melenggang ke tingkat nasional sebagai salah satu wakil Provinsi Jawa Timur dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

​Menjelang keberangkatannya, Wildan secara khusus disambut oleh Bupati Situbondo, Mas Rio, dipendopo rakyat, Rabu (19/8/2026). Dalam pertemuan hangat tersebut, orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan penyemangat bagi sang pelajar.

“Wildan ini menguasai Sejarah dari Era Kutai hingga Majapahit. Saya kagum setelah menguji langsung wawasan dan kesiapan Wildan di berbagai sub-bidang IPS, mulai dari Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, hingga Geografi,” aku Mas Rio.

Menurut Mas Rio, pemahaman Wildan terhadap materi sejarah sangat menonjol. “Luar biasa Wildan ini, saya memuji banget. Tadi saya tes mulai sosiologi, sejarah, ekonomi, semuanya dia bisa. Sejarah dia jago banget, saya tanya dari era Kudungga di Kerajaan Kutai sampai Raden Wijaya di Majapahit, dia tahu semua dan menguasai sekali,” ujar Mas Rio.

​Selain sejarah, lanjut dia, Wildan juga dinilai menguasai materi sosiologi, geografi—khususnya terkait jenis tanah dan batuan—serta konsep ekonomi secara umum.

“​Keberhasilan Wildan menembus tingkat nasional bukanlah hal yang mudah. Di tingkat Provinsi Jawa Timur, ia berhasil menyisihkan pesaing hingga terpilih menjadi satu dari lima delegasi terbaik Jawa Timur. Secara keseluruhan, Wildan akan bersaing dengan 115 peserta terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia pada ajang OSN IPS tingkat nasional tersebut,” akunya.

Berita Terkait :  Ahli Klimatologi Unigoro ungkap Potensi Bencana Meteorologi di Bojonegoro

​Kepada Wildan, Mas Rio meminta agar tampil rileks dan “happy-happy”, meski mengemban misi membawa nama harum daerah. Secara tegas, meminta Wildan untuk tidak terbeban oleh target menjadi juara satu. Ia berpesan agar Wildan menikmati setiap proses kompetisi dengan santai dan gembira.

“​Tidak ada target khusus. Bupati tidak membebani target medali emas agar peserta dapat tampil lepas. Tetapi f​okus menikmati proses lomba dan saya juga minta untuk dianggap seperti momentum “berselancar” dan menambah pengalaman,” ujarnya.

​Apapun hasilnya nanti di tingkat nasional, kata Mas Rio, Pemkab dan warga Situbondo tetap bangga dan siap menyambut kepulangan Wildan.​”Saya bilang sama dia, jangan dipatok harus juara satu. Happy-happy saja, anggap lagi berselancar di sana. Mau membawa pulang medali atau tidak, kita tetap bangga dan akan kita sambut di Situbondo,” pungkasnya.

Sementara itu Kadispendikbud Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi melalui Imam Sujoko MPd, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) menimpali sebelum diberangkatkan menuju panggung nasional, siswa tersebut berkesempatan melakukan audiensi dan diuji langsung oleh Bupati Situbondo, Mas Rio. Berbagai pertanyaan mendalam terkait materi IPS—khususnya Sejarah, Sosiologi, hingga Geografi—dilemparkan oleh Bupati.

“Hasilnya, siswa tersebut mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan sangat baik dan mengesankan.  ​Kalau tidak ada persiapan matang, anak ini tidak mungkin bisa menjawab semua pertanyaan dari Mas Bupati. Alhamdulillah, insya Allah dia akan memberikan yang terbaik,” ujar Imam Sujoko.

Berita Terkait :  Program RPL dan Kelas Pekerja Unigoro Banyak Diminati

​Meski membawa nama daerah di kancah nasional, terang Imam Sujoko, pihak sekolah maupun pemerintah daerah sepakat untuk tidak memberikan target angka atau keharusan meraih juara tertentu. 

​”Tidak ada target harus juara begini-begitu. Yang penting anak ini tetap enjoy, santai, tetapi kualitasnya tetap terjaga. Biar dia bisa bertanding dengan lepas,” tutur Imam Sujoko.

​Imam Sujoko kembali menegaskan bahwa pendekatan tanpa beban mental ini diterapkan agar siswa dapat tampil maksimal dengan pikiran yang tenang namun tetap kompetitif. 

Memang Wildan memiliki ​keunggulan di SMPN 1 Situbondo ini dalam menguasai ilmu sosial ternyata memiliki latar belakang yang kuat. Berdasarkan penuturan orang tua serta Kepala SMPN 1 Situbondo, Bu Evi, siswa tersebut memiliki minat literasi yang luar biasa sejak usia sangat dini. 

​”Orang tuanya bercerita bahwa anak ini sudah gemar membaca sebelum masuk SD. Bahkan sejak masih di Bangku TK. Kemampuan literasinya sangat bagus, sehingga penguasaan materi IPS seperti Sejarah, Sosiologi, dan Geografi sangat mendalam,” tambah Imam.

Sementara itu, PLT Kepala SMPN 1 Situbondo, Evy Retno Wulandari membenarkan Wildan tembus OSN IPS tingkat Nasional.  Wildan siswa SMPN 1 Situbondo, urai Evy, dikenal kutu buku dan hafal 115 bendera sejak masih balita dan kini ​menjadi satu dari lima wakil Jawa Timur di panggung Olimpiade Sains Nasional (OSN).

“Ya, ini Wildan dapat dukungan penuh dari Bupati dan Kepala Dinas dengan tanpa beban target. Langkah ini membanggakan diukir oleh Wildan, siswa SMP Negeri 1 Situbondo, yang berhasil lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional untuk Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),” aku Evy.

Berita Terkait :  Kenalkan Inovasi Kacamata BL, Edukasi Penanganan ODGJ di Masyarakat

Evi Ratno Wulandari, kembali mengungkapkan rasa bangganya saat mendampingi sang murid mendapatkan arahan langsung dari Bupati Situbondo serta Kepala Dinas Pendidikan setempat. 

​”Kehadiran kami di sini untuk mengantarkan siswa kami yang kebetulan tembus ke tingkat nasional untuk mapel IPS. Ini bentuk dukungan dan motivasi, baik dari Kepala Dinas maupun Bupati, karena anak ini membawa nama Kabupaten Situbondo,” ujarnya.

​Menurutnya Wildan terbilang sangat istimewa. Di tingkat Provinsi Jawa Timur, hanya ada lima siswa yang berhasil mengamankan tiket menuju OSN IPS Tingkat Nasional. Perjuangannya  akan berlanjut pada babak final nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 28 Agustus mendatang. 

​Wildan dikenal sebagai Kutu Buku karena  berada di Perpustakaan saat jam olahraga ​di balik capaian akademisnya yang gemilang, Evi menceritakan sisi unik dan kebiasaan belajar Wildan sehari-hari di sekolah.

“Siswa ini dikenal sangat haus akan ilmu dan gemar membaca buku di setiap kesempatan,” sebut Evy.

​Wildan ini, aku Evy, anaknya memang kutu buku. Bahkan kalau pelajaran olahraga pun, kalau dicari sama guru olahraganya, dia sering ditemukan sedang ada di perpustakaan. Anaknya memang sangat suka membaca,” pungkasnya.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!