Jombang, Bhirawa – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan tanggapan soal Ketua PBNU yang dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Gus Yahya mengatakan, apapun gagasan yang diajukan, itu tidak masalah sepanjang niatnya sungguh-sungguh untuk kemaslahatan NU.
“Kita bisa mendiskusikan apa saja asal niatnya adalah untuk kemaslahatan jamiyah. Bukan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek , bukan untuk kepentingan-kepentingan pragmatis, tapi sungguh-sungguh untuk kemaslahatan Jamiyah Nahdlatul Ulama,” beber Gus Yahya.
Hanya saja Gus Yahya menjelaskan, terkait dengan Muktamar NU ke-35, pelaksanaan muktamar ini akan diselenggarakan sesuai AD/ART yang ada.
“Existing constitution. Yang ada itu yang menjadi dasar, kalau nanti di dalam muktamar ini ada keputusan untuk membuat perubahan-perubahan di dalam AD/ART, maka itu akan berlaku pada muktamar yang akan datang,” pungkas Gus Yahya.
Untuk diketahui, Muktamar NU ke-35 tahun 2026 bakal digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026. [rif.kt]


