32.2 C
Sidoarjo
Sunday, August 16, 2026
spot_img

Bawa Pesan Inklusivitas, Film ‘Istimewa’ Sambangi Surabaya

Surabaya, Bhirawa – Kota Surabaya secara resmi jadi lokasi pamungkas dalam rangkaian perhelatan cinema visit film Istimewa Pulau Jawa di XXI Pakuwon Mall Surabaya.

Para jajaran pemeran utama film, yakni Yanni Melwani, Prija Iska (Priijay), serta Rein, sebelumnya menuai antusiasme emosional yang tinggi dari masyarakat di berbagai kota besar seperti Bandung, Semarang, Solo, hingga Yogyakarta. Sabtu, (15/8/2026)

Film karya rumah produksi Kairos Film ini tidak sekadar menyuguhkan hiburan audio-visual, melainkan membawa misi kemanusiaan terkait kesetaraan, empati, dan penerimaan terhadap penyandang disabilitas.

Produser Film Istimewa, Abdullah Mansuri mengatakan bahwa film ini mengusung nilai-nilai universal, dimana perjalanan safari media di Jawa membuktikan bahwa pesan kemanusiaan dalam film ini dapat diterima secara hangat oleh lintas generasi.

 “Kita semua punya perbedaan, punya kekurangan, dan punya cerita masing-masing. Tapi yang ingin saya ingatkan adalah jangan sampai kekurangan menjadi cara kita mendefinisikan seseorang. Film ini diajukan tak hanya untuk berbicara soal disabilitas, tapi juga mengajak kita semua belajar menerima diri sendiri dan orang lain,” tegas Ayah Mans.

Sutradarai film istimewa, Ruben Adrian menceritakan perjuangan lima anak disabilitas dari Rumah Istimewa Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul yang nekat melakukan perjalanan mandiri demi mencari figur ayah angkat mereka, Pak Mahendra (diperankan aktor senior Mathias Muchus). Layar lebar berdurasi 1 jam 59 menit ini dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026 mendatang.

Berita Terkait :  Kerukunan Umat Beragama Harus Tetap Terjaga

Sementara itu, Pemeran utama Yanni Melwani memberikan gambaran nyata betapa pesan inklusivitas yang diusung mampu menyentuh sanubari pemirsa dari latar belakang yang beragam.

“Setiap kota punya respons yang berbeda, tapi yang paling membahagiakan adalah ketika penonton bisa ikut merasakan cerita dan kemudian melihat teman-teman Istimewa dengan cara yang lebih dekat, semoga rasa yang dibawa dari bioskop bisa terus mereka bawa setelah film selesai,” ujar Yanni Melwani.

Prija Iska (Priijay) menekankan bahwa pemutaran film ini dihajatkan sebagai pemicu perubahan cara pandang masyarakat.

“Berharap masyarakat semakin terbuka untuk memandang seseorang dari esensi kemanusiaannya, bukan semata dari keterbatasan fisik maupun mental yang dimiliki,”  pungkasnya.

Rein menyoroti pentingnya meruntuhkan stigma dan label negatif di tengah sosial masyarakat. Menurutnya, setiap individu terlahir membawa keistimewaan serta jalan cerita hidup masing-masing yang patut dihormati tanpa syarat. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!