32 C
Sidoarjo
Sunday, August 16, 2026
spot_img

Danrem 083/Bdj: Bromo Terkendali, Satgas Butuh Waktu Sisir Sisa Bara 1.120 Hektare

Kab. Probolinggo, Harian Bhirawa – Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bromo masih melakukan penyisiran dan pendinginan setelah menemukan satu titik asap di kawasan terdampak kebakaran. Meski demikian, kondisi secara umum dinilai semakin aman dan kondusif.

Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, luas lahan terdampak karhutla hingga Minggu (16/8) masih tetap 1.120,3 hektare. Tidak terdapat penambahan luasan karena tidak ditemukan kebakaran yang meluas.

“Situasi lebih aman, lebih kondusif dalam penanganan karhutla ini. Luas lahan yang terdampak saat ini 1.120,3 hektare dan sampai sekarang tidak bertambah,” ujar Wahyu saat memberikan keterangan di kawasan Bromo.

Meski tidak ditemukan api yang meluas, petugas masih menangani sejumlah titik asap yang muncul akibat bara api di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan membutuhkan waktu karena karakteristik tanah di setiap lokasi berbeda.

Hasil pemantauan melalui foto udara, lanjut Wahyu, menunjukkan satu titik asap yang mengepul di kawasan dengan kontur cukup tinggi, sekitar Pusung Duwur dan Bukit Kongking.

“Kalau tidak ditangani secepatnya, nanti bisa menjadi titik api yang besar. Ini yang kita sisir, termasuk sisa-sisa bara yang berada di dalam tanah,” jelasnya.

Untuk wilayah yang berada di Kabupaten Probolinggo, kondisi saat ini dinyatakan aman dan terkendali. Hingga kini tidak terdeteksi titik api maupun titik asap.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Dorong Warga Rutin Beraktivitas Fisik Cegah PTM

Satgas masih akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, sementara dukungan water bombing masih dapat digunakan apabila kembali ditemukan titik api maupun titik asap.

Wahyu menegaskan, masyarakat dan wisatawan diminta memahami bahwa proses pendinginan membutuhkan waktu, terutama karena terdapat sejumlah lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

“Kami minta waktu karena wilayah jalannya ini wilayah Kabupaten Pasuruan. Kami membutuhkan tempat atau jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran dan tangki-tangki air melakukan pendinginan,” pungkasnya.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!