26.6 C
Sidoarjo
Friday, August 14, 2026
spot_img

Pemkot Pasuruan Patok Target 100 Persen Cek Kesehatan Anak

Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemkot Pasuruan terus memperkuat benteng pertahanan kesehatan anak usia sekolah. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Pesantren Tahun 2026, pemerintah daerah mematok target ambisius untuk menjangkau seluruh siswa sasaran tanpa terkecuali atau mencapai cakupan 100 persen.

Langkah tersebut dipandang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan strategi krusial dalam mendeteksi dini faktor risiko penyakit serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat membuka acara Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Pesantren Tahun 2026 di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan, Kamis (13/8).

Pembukaan program ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung proses pemeriksaan kesehatan para siswa oleh Wali Kota bersama jajaran pejabat daerah dan organisasi profesi kesehatan. Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Mas Adi itu menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari pengobatan (kuratif) menuju pencegahan (preventif).

Menurutnya hasil intervensi kesehatan tidak akan pernah maksimal jika hanya mengandalkan penanganan saat penyakit sudah terlanjur bersarang. “Data ini bukan hanya sekadar deretan angka, melainkan fakta lapangan yang mencerminkan kondisi riil anak-anak kita. CKG ini menjadi instrumen vital sebagai upaya preventif untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi penyakit di masa mendatang,” ujar Mas Adi di hadapan para pemangku kepentingan pendidikan dan kesehatan yang hadir. Penetapan target 100 persen pada tahun ini didasari oleh evaluasi menyeluruh pelaksanaan CKG tahun 2025.

Berita Terkait :  Jobdis, Platform Unesa yang Jembatani Angkatan Kerja Disabilitas dengan Instansi dan Industri

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dari total 38.470 siswa yang menjadi sasaran pemeriksaan pada tahun lalu, tingkat partisipasi baru mencapai 75,44 persen. Meskipun capaian tersebut berhasil menempatkan Kota Pasuruan di peringkat ketiga tertinggi di Jawa Timur, data rinci hasil pemeriksaan justru mengungkap sejumlah persoalan gaya hidup yang cukup mengkhawatirkan di kalangan generasi muda.

Salah satu temuan mendasar yang paling menyita perhatian adalah tingginya angka kurangnya aktivitas fisik. Sebanyak 12.634 siswa tercatat memiliki tingkat kebugaran dan aktivitas fisik di bawah standar ideal. Kondisi ini dinilai tak lepas dari derasnya arus digitalisasi yang membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar (sedentary lifestyle).

“Di era digital saat ini, kecenderungan anak-anak untuk bergerak bebas dan berolahraga makin terbatas. Ini adalah tantangan serius kita bersama. Kita tidak bisa tinggal diam serta kegiatan yang memicu aktivitas fisik di lingkungan sekolah harus dipacu dan ditingkatkan kembali,” tegas Mas Adi.

Sebagai langkah konkret atas temuan tersebut, Wali Kota meminta instansi terkait untuk segera memetakan ulang kebutuhan dan pemerataan guru olah raga di seluruh jenjang sekolah. Ketersediaan instruktur yang memadai diharapkan dapat menjamin kegiatan gerak fisik siswa berjalan terstruktur dan optimal.

Selain masalah kebugaran, temuan klinis lain yang mendominasi adalah masalah kesehatan gigi dan mulut. Tercatat sebanyak 9.643 siswa mengalami karies atau gigi berlubang. Angka itu menjadi alarm keras mengenai pentingnya edukasi kebersihan diri dan pembiasaan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Berita Terkait :  Kereta Api Pilihan Utama di Libur Natal dan Tahun Baru, Dukung SDGs dengan Transportasi Ramah Lingkungan

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, Shierly Marlena, menambahkan program CKG dirancang secara komprehensif untuk memindai status kesehatan dasar anak-anak sekolah.

Rangkaian pemeriksaan meliputi deteksi tumbuh tumbuh kembang, pemeriksaan indra penglihatan dan pendengaran, kesehatan gigi dan mulut hingga penapisan gaya hidup dan gizi.

Untuk pelaksanaan tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus hingga September, sasaran CKG dikembangkan hingga mencakup 38.687 siswa yang tersebar di 169 satuan pendidikan. Rinciannya meliputi 21.561 siswa tingkat SD/MI, 10.357 siswa tingkat SMP/MTs, dan 6.769 siswa tingkat SMA/MA.

“Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi faktor risiko sejak awal. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, hasil pemeriksaan akan langsung ditindaklanjuti melalui intervensi medis di Puskesmas terdekat atau fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sesuai dengan kondisi klinis masing-masing siswa,” jelas Shierly.

Guna menuntaskan target pemeriksaan terhadap puluhan ribu siswa tersebut, Pemkot Pasuruan menggalang sinergi lintas sektor. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi erat antara tenaga medis, pihak sekolah, jajaran Kementerian Agama, serta peran aktif orang tua murid.

Meski optimis dapat meraih predikat terbaik di tingkat Jawa Timur, Wali Kota kembali menekankan nilai utama dari program ini bukanlah sekadar mengejar piala atau peringkat administratif. “Tahun lalu kita peringkat ketiga di Jawa Timur, dan tahun ini tentu kita berharap bisa menjadi yang terbaik atau peringkat pertama. Tapi, ini bukan sekadar urusan kebanggaan peringkat. Hal yang jauh lebih fundamental adalah memastikan anak-anak didik kita tumbuh sehat secara fisik dan mental, berdampingan dengan peningkatan kapasitas intelektualnya,” jelas Mas Adi.

Berita Terkait :  2.675 CJH Kabupaten Gresik Berangkat Bulan Mei Masuk Asrama Haji

Menurutnya, pembangunan manusia tidak bisa dilakukan secara parsial. Kesehatan fisik dan pendidikan adalah dua pilar kembar yang menjadi fondasi utama investasi masa depan daerah. “Tanpa tubuh yang sehat, potensi intelegensia anak-anak tidak akan pernah bisa berkembang secara maksimal,” tegas Mas Adi.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!