27.4 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

Kebakaran Bromo Capai 1.120,3 Hektare, Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan


Dishut Jatim, Bhirawa – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo hingga Kamis (13/8/2026) telah mencapai lebih kurang 1.120,3 hektar dan diprediksi masih akan berkembang. Upaya modifikasi cuaca belum dapat dilakukan untuk membantu penanganan kebakaran karena tidak tersedianya awan potensial.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jawa Timur Jumadi yang juga sebagai Sekretaris Satgas Pengendali Provinsi Penanganan Karhutla Provinsi Jawa Timur mengatakan, kebakaran di kawasan Bromo saat ini menjadi salah satu perhatian utama karena terjadi di kawasan konservasi dengan karakter medan dan destinasi wisata prioritas.

“Sekitar 1.120,3 hektare yang terbakar. Saat ini belum bisa dilakukan modifikasi cuaca karena belum tersedianya awan potensial,” kata Jumadi dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (13/8).

Menurut Jumadi, kebakaran di kawasan Bromo lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang sangat panas, angin dan karakteristik kawasan yang terdiri atas savana yang kondisinya sangat kering basah.

“Kebakaran yang saat ini lebih luas dibanding tahun lalu. Karena berada pada areal savana sangat kering. Angin dan cuaca sangat panas sangat sulit dikendalikan serta beberapa lokasi yang sulit dijangkau” ujarnya.

Disebutkan Jumadi, penanganan kebakaran menghadapi sejumlah kendala. Pemadaman darat terbatas karena kondisi medan yang terjal, sementara kawasan lautan pasir dengan pasir gembur menyulitkan mobilitas kendaraan dan personel menuju titik api.

Berita Terkait :  Bus Pariwisata Masuk Kota Batu Harus Lakukan Ramp Check

Selain itu, operasi water bombing tidak selalu dapat dilakukan secara optimal karena sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.

Terkait pemulihan kawasan, Jumadi mengatakan kondisi savana pada dasarnya dapat mengalami suksesi alami setelah hujan turun. Namun, langkah rehabilitasi akan dievaluasi setelah kebakaran sepenuhnya tertangani dan dampak kerusakan diketahui.

“Kalau savana, suksesi alami. Kalau sudah hujan akan tumbuh sendiri. Tapi nanti pemulihan ekosistem akan ditentukan setelah evaluasi pasca kebakaran,” katanya.

Jumadi menambahkan, upaya pencegahan karhutla telah dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, pembentukan Masyarakat Peduli Api serta penguatan aturan bagi wisatawan di kawasan wisata alam.

Sementara itu, Ketua Tim Pusat Pengelola Data dan Informasi/Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) PB BPBD Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan, berdasarkan pemantauan pada Kamis (13/8/2026) pukul 12.25 WIB, masih terpantau lima titik api di kawasan Bromo melalui drone Pusgeosau TNI-AU.

Tim gabungan terus melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan metode manual (gepyok), mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air dan kendaraan taktis Komodo. Penyisiran juga dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran api ke wilayah lain.

Selain pemadaman darat, tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah titik prioritas, yakni Seruni Bromo serta Bukit Kingkong/Bukit Cinta.

Hingga pukul 12.20 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 16 rit dengan total 31.000 liter air. Helikopter PK-DAP melakukan empat rit dengan total 4.000 liter, PK-DBM tujuh rit sebanyak 7.000 liter, sedangkan PK-DAN lima rit dengan total 20.000 liter.

Berita Terkait :  Open House Idulfitri, Wali Kota Kediri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Namun, operasi water bombing sempat dihentikan sementara karena adanya aktivitas drone Pusgeosau TNI-AU di area operasi. Penghentian dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan dan mencegah potensi konflik ruang udara.

Amrul menyebut medan terjal, angin kencang dan pasir gembur di kawasan Lautan Pasir menjadi kendala utama bagi tim darat. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh menuju titik api menjadi lebih lama.

Berdasarkan laporan BPBD Jatim, kebakaran Bromo pertama kali terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kemudian menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Luas area terbakar berdasarkan pendataan BPBD Jatim tercatat sekitar 1.120,3 hektare dan masih dalam proses pendataan ulang. Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar.

Hingga perkembangan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran Bromo. Penanganan melibatkan BNPB, BPBD Jatim, Dishut Jatim, TNBTS, TNI, Polhut, pemadam kebakaran, relawan peduli api serta masyarakat setempat.

Sepanjang Januari-Juli, Karhutla Jatim Capai 1.685 Hektare
Kebakaran hutan di Jawa Timur sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 tercatat mencapai sekitar 1.685 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 80 persen kejadian berada di kawasan yang dikelola Kementerian Kehutanan, termasuk Savana Baluran Situbondo dan kawasan Kaldera Bromo Tengger Semeru.

Berita Terkait :  Rapat Koordinasi Wilayah Jawa, BI Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Produktivitas dan Pembiayaan Sektor Pertanian

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jatim Jumadi mengatakan, luasan kebakaran kawasan hutan di Jatim tersebut setara sekitar 2,9 persen dari total kebakaran kawasan hutan secara nasional. Sementara dibandingkan total kawasan hutan di Jatim seluas 1.361.146 hektare, luasan yang terbakar sekitar 0,12 persen.

Kebakaran di kawasan Bromo menjadi perhatian karena berada di kawasan konservasi yang memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi luasan lahan terbakar, tetapi juga menyangkut sumber air, keanekaragaman hayati dan pariwisata nasional.

Berdasarkan perkembangan BPBD Jatim pada Kamis (13/8/2026) pukul 18.08 WIB, luas area kebakaran di kawasan Gunung Bromo mencapai sekitar 1.120,3 hektare dan masih dalam proses pendataan ulang. Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!