27.6 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Tahun 2001 hingga 2026, Tujuh Penderita HIV di Sidoarjo Meninggal Dunia

Sidoarjo, Bhirawa. – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lhaksmi Herawati Yuwantina MKes, mengatakan pihaknya memperkuat skrining HIV di Kabupaten Sidoarjo, pada semua kelompok usia, berdasarkan siklus hidup warga masyarakat Sidoarjo.

Mulai pemeriksaan ibu hamil melalui Program Triple Eliminasi HIV, Sifilis, Hepatitis B, hingga pemeriksaan dini pada bayi agar penularan dapat dicegah sejak awal dan dapat segera memperoleh pengobatan.

”Agar diperoleh data akurat penyebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo, tujuannya penyebaran selanjutnya bisa kita cegah,” komentar dr Lhaksmi, belum lama ini.

Berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga Juni 2026, secara kumulatif ditemukan 60 kasus HIV pada kelompok usia 11 sampai 17 tahun. Diantara jumlah itu, tujuh orang meninggal dunia, sedangkan 53 lainnya masih hidup dengan HIV.

Data Dinkes Sidoarjo itu, menurut dr Lhaksmi, menunjukkan kelompok usia di atas 24 tahun masih menjadi penyumbang terbesar temuan kasus HIV yang berkaitan dengan perilaku berisiko. Sementara itu, pada kelompok usia 0 sampai 10 tahun, penularan umumnya terjadi secara vertikal atau penularan dari ibu kepada anak.

Menurut dr Lakhsmi, data ini bukan untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, tetapi justru menjadi dasar penguatan upaya-upaya pencegahan selanjutnya.

”Untuk pengendalian HIV tidak cukup hanya mengandalkan penemuan kasus melalui skrining saja, maka harus diimbangi dengan edukasi. Pemahaman yang benar tentang HIV sejak usia remaja. Ini menjadi salah satu kunci untuk mencegah munculnya kasus baru,” komentar dr Lhaksmi, dalam edukasi yang bertajuk Sidoarjo Youth Safeguard 2026 itu.

Berita Terkait :  Dukung Ketahanan Pangan, Satpolairud Polres Situbondo Tebar Ratusan Bibit Ikan dan Tanam Sayuran

Belum lama ini, Dinas Kesehatan Sidoarjo bekerja sama dengan ikatan alumnus Unair Surabaya, kata dr Lhaksmi memberi edukasi kepada kalangan muda setingkat SMA SMK se Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan Umsida Sidoarjo.

Edukasi tentang seksual yang tepat kepada para pelajar merupakan bentuk upaya melindungi generasi muda. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, mereka diharapkan mampu menjaga diri dari perilaku yang berisiko .

Ditegaskan dr Lhaksmi, HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, belajar bersama, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama, maupun gigitan nyamuk.

Namun, penularan HIV bisa terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa

pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian dan transfusi darah yang tidak aman.

”Maka masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang keliru mengenai HIV ini. Apakah data -data yang belum tentu benar juga cara- cara penularan yang tidak benar. Kami juga mengedukasi masyarakat untuk tak memberikan stigma negatip kepada Orang dengan HIV (ODHIV) atau orang -orang yang menderita HIV,” tandasnya. [kus.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!