27.6 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Karhutla Bromo Meluas ke Penanjakan, Hanguskan 520 Hektare


Pemerintah Pusat Kirim Tiga Heli Water Bombing, Penanganan Lintas Sektor
Kab Probolinggo, Bhirawa – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kembali meluas. Hingga Minggu (9/8), luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare, dengan titik api juga terpantau di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.

Penanganan karhutla kini diperkuat melalui operasi darat dan udara. Tiga unit helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing, sementara pasukan gabungan terus melakukan pemadaman manual, pendinginan, patroli, serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah api kembali menjalar.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan TNBTS, Minggu (9/8), mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo tersebut.

Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, TNBTS, Manggala Agni, pemadam kebakaran, hingga masyarakat.

Operasi udara menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi pasukan darat. Saat ini tiga helikopter telah dikerahkan untuk melakukan water bombing.

Raja Juli mengatakan dua helikopter sebelumnya telah beroperasi dan satu unit tambahan dikerahkan untuk memperkuat operasi udara pada Minggu.

“Tiga helikopter yang sudah beroperasi dari kemarin, dari dua hari yang lalu. Cuma memang terkendala oleh cuaca. Kemarin hanya bisa beroperasi sampai jam 13.30,” jelasnya.

Berita Terkait :  Pemkab Sidoarjo Persiapkan MTQ Kabupaten ke-31

Namun, kondisi cuaca pada Minggu dinilai lebih mendukung. Hingga saat Raja Juli memberikan keterangan, sebanyak 17 kali water bombing telah dilakukan dan ditargetkan mencapai sekitar 30 kali penjatuhan air.

“Alhamdulillah hari ini sangat cerah. Tadi dijanjikan akan bisa sebanyak 30 water bombing. Per tadi sudah ada 17, mungkin sekarang sudah ada perkembangan lain, tapi dihitung tadi masih ada waktu sekitar dua jam,” katanya.

Sumber air untuk operasi tersebut diambil dari kawasan Ranu Pani dan Ranu Regulo. Air kemudian dibawa menggunakan helikopter untuk dijatuhkan pada titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Raja Juli berharap kondisi cuaca tetap mendukung sehingga operasi udara dapat berjalan maksimal.

“Mudah-mudahan supaya cuaca tetap baik supaya nanti bisa genap 30 dan titik-titik api itu bisa dipadamkan, terutama di kelerengan yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” ujarnya.

Selain helikopter, operasi pemadaman juga diperkuat tiga unit drone sprayer BPBD Jawa Timur. Drone tersebut digunakan untuk membantu penyemprotan air pada lereng dan lokasi yang sulit dijangkau petugas.

Raja Juli mengatakan, pemerintah secara nasional juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, sebelumnya telah memberikan arahan khusus terkait antisipasi karhutla.

“Secara nasional, Pak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Kami dikumpulkan pada tanggal 28 Juli, semua kumpul. Berbagai kementerian, termasuk Panglima TNI, Kapolri, semua Kepala Staf, BMKG, BNPB,” kata Raja Juli.

Berita Terkait :  Kodim 0813 Bojonegoro Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kusuma Bangsa

Menurutnya, pemerintah harus bekerja secara maksimal menghadapi kondisi kemarau dan potensi karhutla. Ia menyebut fenomena yang disebut sebagai “El Nino Godzilla” tersebut membuat sejumlah wilayah mulai menghadapi peningkatan risiko kebakaran.

Raja Juli bahkan menyebut telah melihat langsung kondisi titik api ketika melakukan kunjungan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Karena itu, pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi untuk menyelesaikan, mengantisipasi karhutla ini. Namun saat bersamaan, saya juga menghimbau kepada masyarakat, partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini sangat penting,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Jangan ada lagi yang bermain api-ini secara literal ya, bermain api-apakah itu putung rokok, atau yang lebih nakal lagi land clearing, terutama di luar Jawa. Itu banyak yang masih terjadi,” tegasnya.

Raja Juli juga mengingatkan bahwa aparat penegak hukum telah berkomitmen melakukan penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

TNBTS Ditutup Total
Khusus penanganan di kawasan Bromo, Raja Juli mengatakan penutupan total kawasan TNBTS dilakukan untuk memberikan ruang kepada seluruh personel agar fokus pada pemadaman sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.

Berita Terkait :  Pemerintah Daerah Siap Berkontribusi Wujudkan Jatim Tangguh dan Bertumbuh

Ia mengaku telah menginstruksikan Kepala Balai Besar TNBTS untuk menutup sementara seluruh kawasan wisata.

“Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api dan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di tempat-tempat lain. Yang kedua juga soal safety, safety first,” katanya.

Menurut Raja Juli, keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.

“Kita nggak mau mempertaruhkan nyawa warga negara karena bencana ini,” ujarnya.

Penutupan tersebut sekaligus mendukung proses pemadaman yang masih berlangsung di sejumlah titik. [fir.hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!