DPRD Jatim, Bhirawa – Pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait masih banyaknya perlintasan sebidang menjadi perhatian DPRD Jatim. Anggota Komisi D DPRD Jatim, Atika Banowati, mendorong penguatan keselamatan di titik perlintasan yang menjadi lokasi pertemuan jalur kereta api dengan jalan raya.
Politisi Golkar ini menilai keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya berkaitan dengan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian, tetapi juga keamanan masyarakat ketika melintasi perlintasan sebidang.
Hal itu disampaikan Atika menanggapi pernyataan Khofifah dalam momentum Hari Kereta Api Nasional ke-81, Senin (28/9/2026).
Sebelumnya, Khofifah meminta seluruh pemangku kepentingan perkeretaapian memperkuat aspek keselamatan seiring semakin strategisnya kereta api sebagai moda transportasi masyarakat.
Berdasarkan data Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya yang disampaikan Khofifah, terdapat 999 perlintasan sebidang di Jawa Timur. Sebanyak 916 perlintasan telah terdaftar atau memiliki nomor JPL, sedangkan 83 lainnya belum terdaftar.
Dari 916 perlintasan yang telah terdaftar tersebut, sebanyak 182 perlintasan tercatat tidak dijaga.
Atika mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena aktivitas kereta api di Jawa Timur cukup tinggi.
Keberadaan perlintasan yang belum terdaftar maupun tidak dijaga membutuhkan pemetaan dan penanganan yang terkoordinasi.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama stakeholder perkeretaapian perlu memastikan setiap perlintasan memiliki standar keselamatan yang memadai sesuai kondisi dan tingkat risikonya.
“Keselamatan harus menjadi perhatian utama. Apalagi mobilitas kereta api semakin tinggi dan perlintasan sebidang masih banyak ditemukan di Jawa Timur,” ujar Atika, Senin (28/9).
Ia juga menilai penanganan perlintasan sebidang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, operator kereta api, serta instansi terkait perlu memiliki pembagian peran yang jelas.
Terlebih, jaringan perkeretaapian di Jawa Timur cukup luas. Khofifah menyebut jaringan perkeretaapian Jatim membentang sepanjang 1.525 kilometer dan mencakup 123 stasiun.
Dari total jaringan tersebut, 910 kilometer merupakan jalur aktif, sementara 615 kilometer lainnya merupakan jalur nonaktif.
Jaringan tersebut menopang 138 perjalanan kereta api setiap hari yang terbagi dalam tiga wilayah kerja. Rinciannya, 40 perjalanan berada di wilayah Daop 7 Madiun, 80 perjalanan di Daop 8 Surabaya, dan 18 perjalanan di Daop 9 Jember.
Atika menilai tingginya aktivitas perjalanan kereta api tersebut harus diimbangi dengan peningkatan keselamatan di seluruh titik yang bersinggungan dengan aktivitas masyarakat.
Ia mendorong agar data perlintasan sebidang menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan, terutama pada perlintasan yang tidak dijaga dan memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi.
“Yang penting jangan hanya menunggu terjadi kecelakaan baru kemudian dilakukan penanganan. Titik-titik yang memiliki risiko harus dipetakan dan diantisipasi sejak awal,” tegasnya.
Selain aspek infrastruktur, Atika juga menilai edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, peningkatan keselamatan perkeretaapian pada akhirnya bukan hanya untuk menjamin perjalanan kereta api, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di sekitar jalur kereta.
Sebelummya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dalam momentum Hari Kereta Api Nasional ke-81, meminta seluruh pemangku kepentingan perkeretaapian memperkuat keselamatan seiring semakin strategisnya kereta api bagi mobilitas masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, total terdapat 999 perlintasan sebidang di Jatim. Sebanyak 916 perlintasan telah terdaftar atau memiliki nomor JPL.
Sedangkan 83 lainnya belum terdaftar. Dari 916 perlintasan yang telah terdaftar tersebut, 182 di antaranya tercatat tidak dijaga. “Mari terus meningkatkan pelayanan agar setiap perjalanan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Khofifah, Senin (28/9/2026).
Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena jaringan perkeretaapian Jatim membentang sepanjang 1.525 kilometer dan mencakup 123 stasiun. Dari total jaringan itu, 910 kilometer merupakan jalur aktif. Sedangkan 615 kilometer merupakan jalur nonaktif.
Jaringan tersebut menopang 138 perjalanan kereta api setiap hari yang terbagi dalam tiga wilayah kerja. Sebanyak 40 perjalanan berada di wilayah Daop 7 Madiun, 80 perjalanan di Daop 8 Surabaya, dan 18 perjalanan di Daop 9 Jember. (geh.kt)


