30.6 C
Sidoarjo
Sunday, August 2, 2026
spot_img

Petisi Muktamar Rakyat Memuat Lima Poin Gagasan Utama untuk Perbaikan Nahdlatul Ulama 

Kab Malang, Bhirawa – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) yang dijadwalkan akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 mendatang. Menjelang perhelatan Muktamar NU tersebut, maka kelompok masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Nahdliyin Muda (JNM) menggelar forum dialog bertajuk Muktamar Rakyat atas nama Nahdliyin.

Kegiatan itu berkonsep jagongan jelang muktamar di Pesantren Rakyat, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Forum ini dihadiri sebanyak 150 orang peserta lintas profesi, mulai dari ulama muda, kiai, petani, guru, petugas keagamaan (modin), wartawan, hingga pembuat konten.

Koordinator JNM sekaligus moderator acara Muhammad Mahrus, Minggu (2/8/2026), kepada wartawan mengungkapkan, bahwa pertemuan tersebut merupakan forum kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid pada 9 Juli 2026.

Dalam pertemuan itu, seluruh peserta menyepakati dan menandatangani Petisi Muktamar Rakyat yang memuat lima poin gagasan utama untuk perbaikan NU ke depan, seperti Penguatan Basis Masjid dan Mushola untuk mendorong santri dan intelektual NU untuk kembali memakmurkan masjid serta musala sebagai pusat pemberdayaan umat.

Dia melanjutkan, Pesantren sebagai Basis Kemaslahatan untuk menjadikan lembaga pesantren sebagai pilar utama pelayanan sosial dan ekonomi masyarakat. Revitalisasi Pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan formal maupun informal sebagai hak mendasar setiap anak bangsa. Filantropi Berkelanjutan yakni untuk menerapkan tata kelola gerakan zakat, infak, dan wakaf yang produktif serta terstruktur.

Berita Terkait :  Mahasiswa Kota Probolinggo Desak Copot Kapolri dan Tindak Penyalahgunaan Wewenang

“Revolusi Ruhani yakni untuk menjadikan Muktamar NU ke-35 sebagai momentum mengembalikan jati diri organisasi agar terbebas dari ambisi politik praktis,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Rakyat KH Abdullah Sam juga menyampaikan pesan-pesan kritisnya melalui seni pertunjukan wayang dengan lakon Bagong dan Petruk. Karena sangat penting merawat tradisi gotong royong warga kultural N, serta mengimbau para alumni pesantren untuk tidak segan mengabdi hingga ke tingkat akar rumput.

“Bismillah, petisi ini kita buat bersama agar NU dapat terus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid KH Athok Lukman Hakim (Gus Athok) menegaskan, bahwa revolusi ruhani menjadi kunci agar NU tetap relevan melayani basis jamaah yang diperkirakan mencapai lebih dari 140 juta jiwa. Semua pengabdian di NU harus semata-mata untuk khidmah kepada Allah, bukan untuk ambisi politik.

“Jika revolusi ruhani berjalan, ulama dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai pembimbing moral umat sekaligus pengingat bagi pemegang kekuasaan,” tegasnya

Dalam jagongan menjelang Muktamar NU itu, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq mengusulkan pembentukan lembaga keuangan berbasis syariah khusus kaum dhuafa tanpa agunan dan tanpa bung, guna mendorong kemandirian UMKM warga nahdliyin.

“Gagasan yang kami sampaikan itu agar ada pemberdayaan di NU lebih terstruktur, dan lebih menarik lagi jika NU membuat bank untuk kaum dhuafa,” paparnya. [cyn.kt]

Berita Terkait :  Kreatif! KPU Jatim Libatkan Perempuan Cantik Sosialisasikan Anti-Golput

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!