31.1 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

SMAN 1 Kapongan, Siap Jadi Sekolah RSBT Perdana di Situbondo

Situbondo, Bhirawa – SMAN 1 Kapongan, Kabupaten Situbondo, siap menjadi RSBT (Rintisan Sekolah Berbasis Taruna) perdana di Kota Santri, Situbondo. Kepastian ini mendapat dukungan penuh Bupati Situbondo Mas Rio, saat berkunjung ke komplek SMAN 1 Kapongan, Selasa (14/7).

Kunjungan orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu menjadi pelecut bagi sekolah yang kini dipimpin Syaiful Bahri MPd bersama, guru, komite sekolah, siswa serta para wali murid, untuk mewujudkan impian menjadi RSBT di Situbondo.

Menurut Mas Rio, awalnya sekolah ini mengalami penurunan siswa, karena ada liberalisasi yang berdampak pada sekolah negeri yang ada di wilayah Kecamatan Kapongan,  yang semula 24 rombel dan tersisa menjadi 8 rombel, meski fasilitas yang dimiliki cukup lengkap dan mumpuni.

“Tadi saya ngecek, dan dari sekolah membuat inovasi. Dari situ yang cocok adalah menjadi RSBT. Ini menggandeng Danlanal Banyuwangi. Ini juga bagus karena Situbondo memiliki luas pantai terpanjang sampai 155 km. Disini juga ada pusat latihan militer. Ini bagus menjadi loncatan bagi sekolah taruna,” tutur Mas Rio.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kapongan Syaiful Bahri menimpali, dari sisi geografis SMAN 1 Kapongan terletak di pinggir jalan raya, yang merupakan jalan pantura antara Jawa dan Bali. Sehingga akses transportasi sangat efektif.

“Letak geografis pesisir dan garis pantai sepanjang kurang lebih 150 km di wilayah utara Jawa Timur dan berpotensi berkembang sesuai dengan karakter maritim yang kuat,” aku mantan Kepala SMAN 1 Besuki itu.

Berita Terkait :  Magang MBKM, Berkesempatan Menjadi Kakak Pendamping Perkemahan Siswa SLB Bina Mandiri

Masih kata Syaiful, untuk ketersediaan lahan SMA Negeri 1 Kapongan mempunyai lahan yang sangat luas yaitu 19.590 m2, dan juga ruang kelas yang cukup banyak sekitar 30 kelas.

“Saat ini kondisi siswa lebih dari 60% lulusan tidak melanjutkan ke pendidikan tingkat lanjut. Sisanya 40 persen dari lulusan banyak yang melanjutkan ke jenjang kedinasan (TNI/Polri). Lalu sebagian besar murid memiliki nilai karakter religius yang kuat,” tambah Syaiful.

Untuk tujuan umum, sambung mantan Kepala SMAN 2 Situbondo itu, untuk mewujudkan peserta didik yang berkarakter taruna, disiplin, berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan berwawasan kebangsaan.

“Untuk tujuan khusus membentuk budaya disiplin dan tanggung jawab siswa; menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air dan eningkatkan prestasi akademik dan nonakademik,” ungkap pria yang juga dosen itu.

Lalu selanjutnya, kupas dia untuk menyiapkan siswa melanjutkan ke pendidikan tinggi dan sekolah kedinasan; meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMA Negeri 1 Kapongan; meningkatkan kualitas pendidikan di daerah serta untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa.

“Terakhir untuk membangun generasi muda yang berkarakter dan berprestasi,” imbuh Syaiful.

Selain itu, lanjut Syaiful, untuk pola perekrutan yakni melakukan seleksi akademik dasar  tes kedisiplinan dan motivasi, wawancara siswa dan orang tua. Khusus sasaran program, yakni murid SMP Kelas 9 yang siap melanjutkan ke tingkat lanjut. Sedangkan untuk  calon murid yakni SMA Negeri 1 Kapongan yang lolos seleksi kelas khusus.

Berita Terkait :  Sugiono MPd, Kepala SKANEBER Peraih Langganan Penghargaan Dunia

“Sekolah yang notabene sebagai institusi pengembang pendidikan unggulan. Ini juga dirasakan masyarakat sekitar sebagai penerima dampak sosial,” ungkap Syaiful.

Adapun untuk pola pembinaan, aku Syaiful, dengan cara Pembinaan harian (apel, pembiasaan disiplin); Pembinaan mingguan (kepemimpinan dan wawasan kebangsaan) serta literasi Kitab Suci, Pembinaan akademik terstruktur. Sedangkan sasaran program yakni murid SMP Kelas 9 yang siap melanjutkan ke tingkat lanjut calon Murid SMA Negeri 1 Kapongan yang lolos seleksi kelas khusus.

“Adapun indikator keberhasilan yaitu meningkatnya kedisiplinan siswa; Prestasi akademik dan non akademik meningkat, meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah,  terbentuknya citra sekolah unggulan berkarakter,” kupasnya.

RSBT ini, sambung Syaiful, memakai Model ketarunaan semi militer non asrama dengan mitra kerjasama SMAN Taruna NALA Malang; LANAL Banyuwangi dan program unggulan sister school.

“Adapun materi yang diterima yakni Bela Negara dan Ketahanan Militer; bela diri Militer; Wawasan Nusantara dan Kemaritiman. Lalu, ada renang Dasar;  Selam Dasar; Kepemimpinan, komunikasi sampai 6 semester. Untuk sarana pendukung  ada fasilitas teknik dasar renang musholla lab komputer, perpustakaan,” pungkas Syaiful.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!