27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 13, 2026
spot_img

Sugiono MPd, Kepala SKANEBER Peraih Langganan Penghargaan Dunia


Melesat Pimpin Sekolah Kejuruan di Pegunungan, dengan Mengusung Inovasi SI-YANMIN

Oleh:
Sawawi, Kab. Bondowoso

Keberadaan SMKN 1 Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, atau yang akrab dikenal sebagai Skaneber, membuktikan diri meski dihadapkan pada keterbatasan geografis bukan halangan untuk melahirkan tata kelola pendidikan kelas dunia.

Sekolah yang berdiri eksotis di kawasan dataran tinggi lereng Gunung Raung, sekolah kejuruan ini dikelilingi oleh lanskap alam pedesaan yang asri namun minim infrastruktur modern khas perkotaan.

Menyadari posisi strategisnya di bawah bayangan gunung berapi aktif tersebut, Kepala SMKN 1 Sumberwringin, Sugiono, MPd., mengambil tanggung jawab besar untuk menjadikan Skaneber sebagai motor penggerak peradaban intelektual masyarakat sekitar.

“Kuncinya terletak pada keberanian sekolah mengomodasi kearifan lokal yang bertumpu pada sektor agraris dan industri kreatif, lalu mengawinkannya dengan manajemen modern,” sebut mantan Wakasek SMAN 1 Panarukan, Situbondo itu.

Langkah transformatif ini diambil bukan tanpa alasan. Posisi geografis yang terisolasi di lereng gunung selama ini, kata Sugiono, dapat melahirkan tantangan aksesibilitas nyata, mulai dari hambatan mobilitas fisik hingga renggangnya komunikasi dengan orang tua murid dalam memantau perkembangan anak.

“Situasi diperparah oleh kepungan kompetisi ketat dari berbagai sekolah sejenis di wilayah sekitar yang gencar menawarkan program unggulan demi memperebutkan calon siswa baru. Menghadapi tantangan tersebut, manajemen Skaenebr dipaksa mematahkan stigma keterpencilan dan meninggalkan tata kelola konvensional yang kaku dan sekadar berorientasi pada pemenuhan administrasi rutin formalitas belaka,” aku Sugiono.

Masih kata Sugiono, Sekolah kini juga dituntut dapat menciptakan diferensiasi mutu yang kuat agar tetap kompetitif dan menjadi pilihan utama di tengah kepungan institusi kompetitor.

“Guna menjawab tantangan tersebut, Skaenebr mengambil langkah taktis melalui penerapan Kerangka Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang bersandar pada tiga pilar utama, yakni mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful learning (menyenangkan),” aku Sugiono

Strategi ini, lanjut dia, diwujudkan ke dalam empat pilar aksi tata kelola manajemen (PM). Diantaranya, Rekonstruksi Praktik Pedagogis Berbasis Solusi Lapangan; Sekolah secara radikal meninggalkan metode ceramah konvensional satu arah dan bermigrasi matang ke strategi Problem-Based Learning untuk memicu keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik sejak dini.

“Selaras dengan prinsip mengomodasi kearifan lokal lereng Gunung Raung, paradigma mengajar ini tidak mengadopsi teori mentah-mentah, melainkan dirancang sensitif terhadap isu agraria dan industri kreatif di sekitar sekolah. Pendekatan kontekstual ini ditopang oleh transformasi kompetensi guru yang dijalankan secara berbeda melalui metode bottom-up di mana pelatihan dirancang khusus untuk menjawab hambatan dan problem riil yang dihadapi para pendidik di lapangan,” ungkap Sugiono.

Berita Terkait :  Siapkan SDM Siap Kerja dan Green Jobs, UPT BLK Surabaya Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I 2026

Lebih lanjut Sugiono menambahkan, Sekolah secara mandiri menginisiasi dan menyusun program peningkatan kualifikasi yang masif, mulai dari percepatan Sertifikasi Guru berstandar nasional, fasilitasi Diklat Vokasi berkala, program magang intensif di dunia industri, hingga berbagai training/workshop teknologi digital internal.

“Nah, melalui rangkaian program mandiri ini, para guru dibekali kemampuan taktis untuk mengoperasikan platform analitik data pembelajaran, sehingga mereka tidak lagi sekadar menjadi pengajar tekstual, melainkan fasilitator responsif yang siap mengawal proses belajar secara mendalam berbasis pemecahan masalah nyata di lingkungan masyarakat sekitar,” ulasnya.

Langkah selanjutnya, kata Sugiono, melakukan penataan Lingkungan Belajar yang Humanis dan Adaptif: Transformasi tata kelola ini berjalan beriringan dengan mendesain ulang area fisik maupun virtual menjadi ekosistem belajar yang aman, inklusif, dan nyaman. Melalui penataan lingkungan ini, sekat-sekat kaku dihancurkan sehingga murid dan guru diberikan kebebasan penuh untuk aktif secara merdeka mengeksplorasi potensi diri tanpa dibayangi rasa takut salah.

“Menariknya, atmosfer kemerdekaan belajar ini diimplementasikan dengan sangat melekat pada kearifan lokal dan budaya masyarakat lereng Gunung Raung. Kebebasan berekspresi dan berkolaborasi di dalam kelas tetap berjalan selaras dengan penanaman budi pekerti, etika, serta nilai-nilai luhur agama yang menjadi identitas kuat masyarakat sekitar,” urainya

Dengan memadukan modernitas ruang belajar virtual dan keluhuran budaya lokal, ujar Sugiono lagi, sekolah berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang tidak hanya memajukan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga keteguhan iman dan karakter beradab seluruh warga sekolah.

“Salah satunya kami memangkas Birokrasi Lewat Aplikasi “SI-YANMIN”. Dengan m meluncurkan platform digital terintegrasi (aplikasi Android untuk internal dan WhatsApp Bot untuk masyarakat) guna memotong waktu urusan administrasi menjadi hitungan menit sekaligus menembus sekat jarak geografis bagi orang tua murid,” imbuh Sugiono.

Akselerasi Layanan dan Pemangkasan Birokrasi Lewat “SI-YANMIN”, ungkapnya, terutama pada pilar pemanfaatan teknologi, Skaenebr melakukan lompatan konkret dengan meluncurkan platform integratif bernama SI-YANMIN (Sistem Informasi Layanan Administrasi Digital SMKN 1 Sumberwringin).

Urgensi digitalisasi ini menjadi harga mati demi menghapus sumbatan birokrasi konvensional yang selama ini merugikan warga sekolah dan masyarakat.

“Sebelum adanya inovasi ini, urusan administratif seperti legalisir ijazah, pengurusan surat keterangan aktif, hingga pemantauan akademik memaksa orang tua murid mengorbankan waktu dan biaya transportasi yang besar untuk turun gunung menuju sekolah,” tambahnya.

Dengan adanya kebutuhan mendesak ini, tuturnya, kian nyata dalam sebuah kasus terhangat di lapangan. Terutama ketika memasuki musim pendaftaran beasiswa dan verifikasi data kerja industri yang tenggat waktunya sangat ketat, puluhan orang tua murid dari pelosok lereng gunung sempat terhambat mendapatkan dokumen fisik karena kendala cuaca ekstrem dan jalur transportasi yang rusak.

Berita Terkait :  SiLPA Membengkak, DPRD Jatim Minta Gubernur Hati-hati Kelola APBD Jatim 2025

“Menjawab problem krusial tersebut, SI-YANMIN hadir sebagai solusi penyelamat yang melayani dua saluran utama yakni aplikasi berbasis Android untuk kebutuhan internal guru/siswa, serta WhatsApp Bot interaktif yang ditujukan khusus bagi orang tua dan masyarakat luas. Kehadiran platform ini sukses memangkas waktu tunggu dari yang semula berhari-hari menjadi hitungan menit secara instan via ponsel, menembus batasan geografis lereng gunung, dan memberikan ruang komunikasi setara yang sangat dibutuhkan oleh seluruh pihak tanpa sekat,” kupas Sugiono.awi.gat

Selain itu, tambah Sugiono, pihak juga merajut Kemitraan Pembelajaran Multisektoral, yakni Membangun kolaborasi dinamis dan setara yang melibatkan guru, siswa, orang tua, pemerintah lintas sektor, hingga komunitas profesional dunia industri secara holistik. Pondasi tata kelola berbasis pembelajaran mendalam (Deep Learning) ini diperkuat melalui jalinan kemitraan yang dinamis, setara, dan berkelanjutan.

“Sekolah menyadari bahwa tantangan di lereng gunung tidak bisa diselesaikan sendiri; keterbatasan akses industri menuntut sekolah aktif menjemput bola demi mengawal potensi siswa secara utuh,” terang Sugiono.

Lalu selanjutnya, urai dia lagi, melakukan Sinergi holistik ini berhasil merangkul erat kolaborasi aktif antara guru, siswa, orang tua, komite sekolah, pemerintah lintas sektor, hingga dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Salah satu manifestasi unik dari kemitraan berbasis fenomena lapangan ini adalah keterlibatan sekolah dalam pagelaran Festival Mini Sound System yang menjadi tren kultural populer di kalangan masyarakat Bondowoso dan sekitarnya.

“Fenomena tingginya minat pemuda lokal terhadap rakitan audio ini ditangkap oleh sekolah sebagai peluang emas (pembelajaran berbasis masalah nyata). Melalui festival ini, siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengambil peran dalam membranding, mendokumentasikan, dan mempromosikan acara, sementara komunitas profesional DUDI di bidang audio dan kreatif hadir memberikan penilaian serta transfer teknologi langsung di lapangan,” paparnya.

Apalagi, ulasnya, ada budaya Masyarakat yang marak sekali dengan pagelaran Festival Gobak Sodor yang menjadi trend akar rumput, Program adaptif yang lahir dari hobi lokal masyarakat ini terbukti sangat efektif menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa sekaligus memajukan industri kreatif desa.

“Keberhasilan kolaborasi multisektoral ini dipertegas oleh kesaksian para pemangku kepentingan yang merasakan langsung dampak positif perubahan tersebut yakni dengan adanya

Perspektif Pemerintah Kecamatan (Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, S.H.), lalu Pemerintah daerah melihat sekolah ini berhasil keluar dari kekakuan formalitas birokrasi lawas,” tambahnya.

Berita Terkait :  Inflasi Kota Kediri Maret 2026 Capai 4,03 Persen, Dipicu BBM dan Harga Pangan

Sugiono mengaku sangat mengapresiasi dan mengawal penuh terobosan ini. Manajemen sekolah yang tidak lagi kaku pada formalitas administrasi, melainkan aktif berkolaborasi dengan lintas sektor, adalah model pendidikan yang kita butuhkan saat ini.

“SMKN 1 Sumberwringin kini menjadi aset strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya dengan tegas.

Kata Sugiono, keberadaan Dampak Riil bagi Pemerintahan Desa (Kepala Desa Sukosari Kidul, Tolak Abdul Asis, S.Sos.) juga berdampak positif. Ini didukung dengan adanya hubungan harmonis dengan pihak desa terbukti mampu menghidupkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.

“Sebagai pemerintah desa yang menjadi rumah bagi SMKN 1 Sumberwringin, kami melihat langsung perubahan positif ini. Pendekatan kolaboratif dan terbuka dari Bapak Sugiono tidak hanya memajukan sekolah, tetapi juga menghidupkan potensi desa,” tuturnya.

Ditambah lagi dengan adanya, Jembatan Aspirasi Orang Tua (Ketua Komite Sekolah, Saleh, S.Pd., M.MPd.): Dari sisi masyarakat, keterlibatan aktif ini menghapus jarak psikologis dan kekhawatiran yang selama ini dirasakan wali murid akibat kendala geografis lereng gunung.

“Kami selaku jembatan aspirasi orang tua murid sangat merasakan perubahan keterbukaan ini. Dulu orang tua sering merasa berjarak dengan kebijakan sekolah, namun lewat keterbukaan manajemen dan adanya terobosan digitalisasi seperti SI-YANMIN, kami merasa dilibatkan secara utuh. Ini adalah langkah maju yang membangun rasa memiliki bersama demi masa depan anak-anak kami,” pungkasnya.

Melihat semuanya, kata Sugiono, dapat memberikan Hasil dari harmoni manajemen modern dan kearifan lokal ini berbuah manis serta melesatkan reputasi sekolah secara masif. Melalui evaluasi reflektif, Skaneber sukses menjabat 100% penuh dari seluruh target pemenuhan kuota karena jumlah siswa pendaftar melonjak dua kali lipat. Animo masyarakat pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) periode ini melejit drastis hingga 50 persen.

“Menariknya, lonjakan peminat ini didominasi oleh dua kompetensi keahlian unggulan yang merepresentasikan kearifan lokal lereng Gunung Raung, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) serta Desain Komunikasi Visual (DKV),” bebernya.

Tingginya minat publik tersebut, terang Sugiono, langsung berdampak pada perluasan daya tampung rombongan belajar (rombel) sekolah, yang semula hanya mengakomodasi 3 kelas kini berkembang luas menjadi 4 kelas penuh.

“Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi Skaenebr sebagai aset strategis daerah dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing global namun tetap mengakar pada potensi lokalnya,” pungkas guru yang menjadi langganan juara di level internasional itu. [awi]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!