Kota Probolinggo, Bhirawa – Pemerintah Kota Probolinggo mengklaim penyelenggaraan Seminggu di Probolinggo (Semipro) 2026 mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga sekitar Rp2,8 miliar selama 10 hari pelaksanaan kegiatan.
Klaim tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo Aminuddin saat menutup rangkaian Semipro 2026 di Stadion Bayuangga, Minggu (12/7) malam.
Menurut Aminuddin, angka tersebut berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung selama penyelenggaraan Semipro, mulai transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), wahana permainan, potensi retribusi parkir, hingga kegiatan ekonomi lain yang berlangsung di luar area Stadion Bayuangga.
“Selama 10 hari pelaksanaan Semipro, perputaran uang mulai dari transaksi UMKM, wahana permainan, potensi retribusi parkir hingga berbagai kegiatan pendukung diperkirakan mencapai kurang lebih Rp2,8 miliar,” ujarnya.
Ia menilai penyelenggaraan Semipro tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
Selain mendorong aktivitas UMKM, Aminuddin mengatakan kegiatan serupa diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan meningkatkan daya tarik Kota Probolinggo bagi masyarakat dari luar daerah.
Dalam kesempatan itu, Aminuddin juga menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo saat ini mencapai 6,21 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu dijaga melalui berbagai kegiatan yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru.
“Saya berharap masyarakat terus menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Probolinggo sehingga masyarakat dari luar daerah merasa nyaman berkunjung,” katanya.
Semipro 2026 ditutup pada Minggu (12/7) malam setelah berlangsung selama 10 hari di kawasan Stadion Bayuangga. Penutupan diisi dengan penampilan seni, hiburan, serta penyerahan penghargaan kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. [fir.gat]


