M Bachruni Aryawan – Bukan karena hidup susah dan stres , sehingga pejabat eselon II di Kabupaten Sidoarjo ini, berat badannya turun sampai 40 kg. Yang semula 120 kg sekarang menjadi 80 kg. Tetapi justru karena dirinya ingin hidup lebih sehat.
“Badan gemuk, tubuh terasa berat, terutama saat berjalan,” komentar Kepala Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo, Ir M.Bachruni Aryawan MT, belum lama ini.
Menurut Bachruni program dietnya atas tuntunan dari dokter. Sudah hampir 4 bulan ini, dirinya sudah menjalaninya. Dirinya merasa, tidak merasa gejala apa-apa selama menjalani program diet ketat tersebut.
“Berat badan saya idealnya 60 kg, bila melihat tinggi badan saya,” komentar pejabat Sidoarjo yang akan memasuki masa purna tugas pada tahun 2027 itu.
Dirinya mengatakan program diet yang ia lakukan hanya mengkonsumsi obat dari dokter saja. Belum sampai melakukan gerak olah raga.
“Mungkin ditambah olah raga akan semakin turun ya, nanti akan saya konsultasikan dengan dokter,” lanjutnya dengan tersenyum.
Dari saudara-saudaranya, Bachruni mengaku hanya dirinya saja yang badannya gemuk sampai gendut. Tetapi menurut pria yang tinggal di Kota Surabaya itu, kemungkinan ada turunan dari sang ibu.
Dengan kondisi tubuh yang sempat gendut, dirinya juga bersyukur karena dalam proses seleksi pemilihan komisaris BPR Delta Artha Sidoarjo, dari unsur Pemkab Sidoarjo, belum lama ini, dirinya mengaku telah lolos terpilih, beberapa hari lalu. Mengungguli beberapa rivalitasnya juga dari sesama pejabat eselon II di Pemkab Sidoarjo.
“Tubuh gendut juga membawa berkah,” katanya sambil tertawa.
Dengan menjadi Komisaris BPR Delta Artha Sidoarjo, dirinya nanti akan punya tupoksi untuk pengawasan dan mengawal jalannya tata kelola kebijakan yang dijalankan oleh BPR milik Pemkab Sidoarjo itu.
Komisaris dari unsur Pemkab Sidoarjo, menurut Bachruni sangat dibutuhkan, karena sekitar 95 persen saham di BPR Delta Artha Sidoarjo itu adalah milik dari Pemkab Sidoarjo. [kus.gat]


