27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 13, 2026
spot_img

Guru Bantu Iuran, SDN di Tulungagung Hanya Dapat Dua Murid


Tulungagung, Bhirawa – Sejumlah sekolah di Tulungagung dalam tahun ajaran baru kembali mendapat murid baru yang terbilang minim. Seperti di antaranya di SDN 2 Plandaan Kecamatan Kedungwaru yang hanya mendapat dua murid baru. Padahal [ada guru juga sudah membantu para siswa tidak mampu secara iuran.

Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariah, di sela kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7), mengungkapkan minat warga sekitar untuk menyekolahkan putra putrinya di SDN 2 Plandaan sudah menurun sejak sekitar delapan tahun lalu. “Di tahun ajaran baru 2026/2027, alhamdulilah kami mendapat dua murid baru lagi,” ujarnya lantas tersenyum.

Menurut dia, sejak tahun 2018, jumlah siswa baru di sekolah yang berada di daerah perkotaan dan berlokasi persis di belakang Kantor Desa Plandaan itu setiap tahunnya tidak lebih dari lima murid. Ini tercermin dari jumlah murid di setiap kelasnya mulai kelas satu sampai kelas enam.

Saat ini secara keseluruhan jumlah murid di SDN 2 Plandaan sebanyak 16 murid. Kelas satu berjumlah dua murid, kelas dua (dua murid), kelas tiga (dua murid), kelas empat (empat murid), kelas lima (tiga murid) dan kelas enam (tiga murid).

Siti Komariah mengaku tidak mengetahui secara jelas mengapa sekolah negeri tersebut sampai sepi peminat. “Apa dari desa kurang mendukung atau bagaimana. Tetapi, setelah saya telusuri dengan mendatangi warga sekitar katanya sekolah di sini sudah ditutup. Padahal, tetap aktif dan beroperasi,” paparnya.

Berita Terkait :  TMMD Ke-127 Kodim 0823 Situbondo Ditutup, Komitmen Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa

Bahkan untuk tahun ajaran baru 2026/2027 saat ini, lanjut perempuan berjilbab ini, dari tiga calon murid yang sudah akan mendaftar di SDN 2 Plandaan, satu di antaranya kemudian mengundurkan diri. Alasannya, mencari sekolah yang jumlah muridnya banyak.

Ia menyebut kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Plandaan sama dengan sekolah negeri lainnya. Program dan rencana pembelajaran sesuai aturan kurikulum.

Terlebih bagi murid baru dari keluarga miskin, mereka dibantu dengan pemberian baju seragam sekolah, sepatu, alat tulis dan buku tulis. Pemberian secara cuma-cuma dari hasil iuran para guru SDN 2 Plandaan.

“Kami iuran setiap bulan Rp 200 ribu. Memang dibuat untuk membantu murid baru. Kalau dinominalkan setiap murid antara Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu. Dab bagi murid baru yang orangtuanya tidak mampu, kami gratiskan sekolah sampai kelas enam dan juga kami beri uang saku atau jajan,” paparnya lagi.

Siti Komariah menyatakan semua guru di SDN 2 Plandaan ikhlas dan tulus dalam membantu murid yang keadaan ekonomi keluarganya kurang mampu. Termasuk menandaskan tidak ada kendala dalam kegiatan belajar mengajar, meski dengan jumlah murid sedikit dan itu berpengaruh dengan besaran dana BOS yang diterima sekolah.

“Dengan jumlah murid yang sedikit, itu bukan kendala bagi kami. Justru kami dapat memberi sodaqoh (sedekah) pada anak-anak. Kami pun ikhlas dan sukarela untuk sekolah,” tuturnya. [wed.wwn]

Berita Terkait :  Sebulan Penuh, MONDIAL Hadirkan Exhibition dengan Berbagai Instalasi Istimewa

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!