Tuban, Bhirawa – Pemkab Tuban menerima 194 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) ke-8 Universitas Airlangga (Unair) Tahun 2026 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (13/7).
Kehadiran ratusan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga berasal dari berbagai program studi dan akan melaksanakan pengabdian masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Tuban.
Dekan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Prof. Dian Yulie Reindrawati, menyampaikan bahwa KKN BBK merupakan wujud tanggung jawab perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, mereka diharapkan mampu mengidentifikasi potensi maupun persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menghadirkan gagasan dan solusi sesuai disiplin ilmu yang dimiliki.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dengan memotret kondisi nyata di tengah masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami persoalan di masyarakat, kemudian ikut berkontribusi dalam penyelesaiannya. KKN menjadi ruang belajar sekaligus pengabdian agar ilmu yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Prof. Dian juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tuban yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga dengan harapan, kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dapat terus dijalankan pada berbagai sektor lainnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menyampaikan Pemkab Tuban menyambut baik pelaksanaan KKN BBK Universitas Airlangga.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkaya perspektif pembangunan daerah.
Abdul Rakhmat berharap para mahasiswa dapat menghadirkan ide, inovasi, maupun rekomendasi pembangunan yang berangkat dari pendekatan akademis dan kondisi riil masyarakat di lapangan.
“Kami berharap program kerja yang disusun mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Jika memungkinkan, program tersebut juga dapat diselaraskan dengan kegiatan pemerintah daerah sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap pelaksanaan KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban. [hud.wwn]


