Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sukses melakukan pengabdian Masyarakat dengan melaksanakan program kerja bertajuk “Merajut Harmoni dalam Keberagaman Membangun Sikap Toleransi ” di Desa Gedangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gedangan tersebut dihadiri oleh perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta para pemuda setempat.
Salah satu mahasiswa anggota tim pengabdian Masyarakat Untag Surabaya Marsanda Duwi Ica Sari menjelaskan acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan Desa Gedangan yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Pengabdian Masyarakat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Marsanda, materi sosialisasi disampaikan secara interaktif dengan membahas makna toleransi, pentingnya menghargai perbedaan agama, suku, budaya, dan pendapat, serta cara menerapkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk meningkatkan partisipasi peserta, mahasiswa Pengabdian Masyarakat juga mengadakan sesi diskusi, permainan edukatif, dan tanya jawab yang berkaitan dengan sikap saling menghormati di lingkungan Masyarakat,” jelas Marsanda. Lebih lanjut menurut Marsanda, selain penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka dalam menghadapi perbedaan di lingkungan sekitar. Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan berbagai pandangan positif mengenai pentingnya menjaga persatuan serta menghindari sikap diskriminatif maupun intoleransi.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun karakter pemuda yang terbuka, menghargai keberagaman, serta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pengabdian Masyarakat juga ingin menanamkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai nilai-nilai toleransi dan pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang harmonis.
Melalui program kerja ini, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang sedang melakukan pengabdian Masyarakat berharap nilai-nilai toleransi dapat terus diterapkan oleh masyarakat, khususnya para pemuda, sehingga tercipta kehidupan yang damai, saling menghargai, dan penuh semangat persatuan di tengah keberagaman. [why]


