27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Gandeng Guru, Satlantas Polres Gresik Tanamkan Budaya Tertib Lalulintas Sejak Dini


Gresik, Bhirawa – Keselamatan berlalu lintas, tidak hanya dimulai saat seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tapi dibentuk sejak usia dini melalui pendidikan, keteladanan, dan kebiasaan sehari-hari.

Satlantas Polres Gresik, melakukan edukasi masyarakat melalui program polantas menyapa, dengan melibatkan para guru sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas.

Dalam sosialisasi, peserta mendapatkan materi mengenai safety riding dan defensive driving. Berbagai aspek dibahas mulai dari pentingnya penggunaan helm berstandar yang benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas. Hingga kemampuan mengenali potensi bahaya (hazard awareness), saat berkendara.

Kegiatan edukasi digelar di Aula SD Muhammadiyah 1 Gresik, dihadiri oleh puluhan guru dan tenaga kependidikan mengikuti sosialisasi. Yang dikemas secara interaktif, oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik. Yang dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi A, mengajak para peserta memahami. Keselamatan di jalan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk penghargaan terhadap nyawa diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang, yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain, dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ipda Andreas.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin mengatakan, bahwa pendekatan preventif melalui edukasi. Merupakan langkah strategis, dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. Dan guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi para siswa, perilaku sederhana seperti menggunakan helm dengan benar. Mematuhi rambu, hingga disiplin saat berkendara, akan menjadi contoh nyata yang mudah ditiru oleh anak-anak.

Berita Terkait :  PLN Mengajar Hadir di SMAN 1 Probolinggo, Tanamkan Literasi Kelistrikan dan Motivasi Meraih Mimpi

“Membangun budaya keselamatan, tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini,” ungkapnya.

Ditambahkan AKP Nur Arifin, bahwa melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik, berharap para guru mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Sehingga pesan-pesan tentang pentingnya disiplin di jalan, tidak hanya berhenti di ruang kelas. Tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat, dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas. Dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. [kim.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!