27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Mahasiswa ITS Buat Inovasi Sepatu bagi Penyandang Upper Limb Deficiency


Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Abigail Kafrell Wijaya hadirkan inovasi sepatu modular yang dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih inklusif dan mandiri. Inovasi ini diperuntukkan bagi penyandang Upper Limb Deficiency (ULD) atau keterbatasan anggota tubuh gerak atas, aktivitas mengenakan sepatu bisa menjadi tantangan.

Mahasiswi Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS tersebut menjelaskan produk ini mengusung konsep sepatu lepas-pasang berbasis Velcro, yang dioperasikan dengan injakan kaki pada bagian belakang sepatu. Produk ini memiliki dua komponen yang memiliki fungsi masing-masing.

Komponen lapisan luar berfungsi sebagai sepatu sekaligus pelindung, sementara komponen lapisan dalam berbentuk kaus kaki model tabi (bagian jempol terpisah) menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan bagi pengguna. Lapisan dalam tersebut dapat dilepas dan dicuci menggunakan mesin cuci sehingga memudahkan proses perawatan.

Abigail menyampaikan tujuan inovasi yang diberi nama Sepatu Authea ini dibuat bukan hanya untuk kebaruan, namun mendorong perubahan cara pandang dunia terhadap desain produk. Menurutnya, desain seharusnya tidak hanya berorientasi pada pengguna mayoritas, tetapi mempertimbangkan kebutuhan kelompok yang kurang terakomodasi.

“Produk-produk inovatif seharusnya tidak hanya baru, tetapi menjawab kebutuhan nyata masyarakat berbagai latar belakang kemampuan,” ungkap Abigail, Selasa (7/7).

Penggagas inovasi sepatu Authea ini menuturkan proses pengembangan produknya yang menghadapi tantangan saat merealisasikan konsep menjadi prototipe yang siap digunakan. Ia mengaku penggunaan material rajut yang elastis memerlukan berbagai penyesuaian, karena karakter bahan yang diperlukan berbeda dengan material konvensional untuk dibentuk tegak menyesuaikan sepatu.

Berita Terkait :  UC Melaksanakan Agenda Selling Day, Ajang Berlatih Entrepreneuship

“Saya menilai Authea memiliki ruang untuk disempurnakan supaya proses produksinya lebih efisien,” tambahnya.

Gadis yang melukis di waktu luangnya itu juga mengemukakan harapannya agar mahasiswa ITS semakin berani untuk menghadirkan inovasi dengan perspektif yang lebih luas dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!