Binhad Nurrohmat
Jombang, Bhirawa. – Penelusur sejarah dan penulis buku ‘Titik Nol Soekarno Ploso 1902’, Binhad Nurrohmat atau Gus Binhad memperjelas narasi sejarah tentang meletusnya Gunung Kelud pada tahun 1902. Dengan penegasan tersebut, adanya sejarah pada tahun 1902 Gunung Kelud meletus, hal tersebut makin memperkuat bahwa Sang Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno benar-benar lahir di Ploso 6 Juni 1902, di mana pada masa itu Ploso masuk wilayah Karesidenan Surabaya.
“Data letusan Kelud 1902 di buku Van Bemmelen, “The Geology of Indonesia” (1949) jilid 1 dan buku lainnya,” kata Binhad Nurrohmat, Jumat (03/07).
Binhad juga menyampaikan tentang data tertulis yang memperkuat Bung Karno lahir di Ploso. Yakni, Surat Keputusan (SK) mutasi ayah Bung Karno, Raden Seoekeni Sosrodihardjo ke Ploso tanggal 28 Desember 1901.
“Raden Soekeni mulai bertugas sebagai mantri guru Sekolah Ongko Loro di Ploso sejak 28 Desember 1901. Enam bulan kemudian tepatnya tanggal 6 Juni 1902 Bung Karno lahir,” terang Binhad Nurrohmat.
Tak hanya itu, Binhad juga menandaskan jika ayah Bung Karno secara jelas menyatakan bahwa putranya lahir pada 6 Juni 1902, bukan 6 Juni 1901.
“Raden Soekeni menulis jika Bung Karno lahir 6 Juni 1902. Ini dokumen kuat yang bersumber dari orang tuanya, pihak yang paling mengetahui kelahiran Bung Karno,” tandas Binhad Nurrohmat.
“Tulisan tangan Raden Soekeni ini juga selaras dengan data pendaftaran kuliah Bung Karno di THS/ITB, di mana di situ dituliskan dengan jelas bahwa Bung Karno lahir 6 Juni 1902,” tandasnya lagi.
Lebih lanjut Binhad menyampaikan sangat masuk akal jika yang disebut Surabaya dalam narasi sejarah sebagai lokasi kelahiran Bung Karno adalah Ploso, karena pada tahun 1902, Ploso masih masuk wilayah Karesidenan Surabaya.
“Karena penetapan Surabaya sebagai ‘Gemeente’/Kota Surabaya baru terjadi pada tahun 1906. Jadi tidak bisa diasumsikan jika Surabaya yang dimaksud adalah Kota Surabaya,” urai Binhad Nurrohmat.
Dikatakannya, seluruh narasi sejarah ini sekaligus sebagai pengumuman terbuka bagi publik, termasuk pihak-pihak yang masih meragukan keterkaitan Ploso dengan kelahiran Sang Proklamator.
“Kesimpulan saya, Bung Karno adalah Arek Suroboyo yang lahir di Ploso,” pungkas Binhad Nurrohmat. [rif.hel].


