31.1 C
Sidoarjo
Friday, July 3, 2026
spot_img

Poltekkes Surabaya Edukasi Bumil pada Pengabmas di Kelurahan Bulak

Surabaya, Bhirawa. – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surabaya menggelar Pengabmas bertajuk ‘Pendampingan dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi melalui Edukasi Kesehatan, Sosial Budaya, serta Pemeriksaan Kesehatan Bagi Ibu Hamil (Bumil) dan Kader Kesehatan di Kelurahan Bulak Kota Surabaya’ digelar di Pendopo Kelurahan Bulak, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.

Sasaran utama Pengabmas para Bumil, serta kader kesehatan, dengan fokus pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi agar dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Pengabmas jurusan Teknologi Elektro Medik di Kelurahan Bulak berkolaborasi dengan Jurusan Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Teknologi Laboratorium Medik dan Gizi. Tim Pengabmas Diketuai Dra Liliek Soetjiatie MSi, dengan anggota Dwi Purwanti SKp MKes, Dr Ir Juliana Christyaningsih MKes, Avita Amalina STr Keb MKes.

Selain dosen, Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Surabaya ini juga melibatkan mahasiswa dari Prodi Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Gizi dan Kesehatan Lingkungan (Kesling), yakni Mutia FazilaDanish Ara, Nazyania Tiara Prasetya, Muhammad Andy Firmansyah dan Anisa Mutimmatul Faidah. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Liliek Soetjiatie, melalui Program Pengabmas ini Poltekkes Surabaya berkomitmen meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Surabaya, khususnya di wilayah Kelurahan Bulak, melalui edukasi, pendampingan, dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Liliek Soetjiatie menjelaskan, Pengabmas berfokus pada edukasi, sosial budaya, dan pemeriksaan kesehatan Bumil dan kader kesehatan, agar risiko kehamilan dapat terdeteksi lebih awal.

Berita Terkait :  Koalisi Difabel dan DPRD Jatim Sepakat Revisi Perda Disabilitas Selesai 2025

“Melalui Pengabmas ini kami berharap angka risiko kehamilan dapat ditekan dan kesehatan ibu-anak di Kelurahan Bulak semakin meningkat,” ujar Liliek Soetjiatie di sela-sela acara.

Tim Pengabmas Jurusan Kesehatan Lingkungan, Dwi Purwati berharap, Berfokus kepada Kesehatan Lingkungan agar para Bumil bisa berperilaku hidup bersih sehingga bisa mempersiapkan persalinan dengan aman dan selamat, dengan penerapan PHBS ini diharapkan personal Medis dan sanitasi tercipta dengan baik, sehingga ibu dan bayi bisa selamat sampai masa nifas.

Sedangkan Tim Pengabmas Jurusan Kebidanan, Avita Amalina menjelaskan, deteksi resiko tinggi kehamilan tidak bisa tidak bisa berdiri sendiri, seorang bidan saja. ”Maka ada beberapa profesi lain yang bisa melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk mendeteksi dini kehamilan. Sehingga bila ditemui hal-hal yang mengancam keselamatan Bumil maka secepatnya bisa teratasi,” tandasnya.

Dan Tim Pengabmas Jurusan TLM, Juliana Christyaningsih menegaskan, Jurusan TLM memantau kesehatan ibu hamil dengan mengukur tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hemoglobin. ”Maka dengan mengetahui hasil laboratorium ini bisa diketahui kondisi ibu hamil baik-baik saja. Dan diharapkan semua hasil laboratorium Bumil dalam kondisi baik, sehingga kasus stunting bisa turun,” harapnya.

Tim Pengabmas Jurusan Gizi, Mujayanto MPH berharap, salama proses kehamilan 9 bulan 10 hari semua kebutuhan Bumil terpenuhi, sehingga diharapkan pada waktu proses melahirkan ibu dalam keadaan selamat, bayi dalam keadaan selamat dan sehat.

Berita Terkait :  DPD RI Dorong Pemerintah Pusat Revisi PP Penataan Ruang
Tim Pengabmas Jurusan Kebidanan, Avita Amalina, memberikan edukasi kepada Ibu Hamil agar terdeteksi resiko tinggi kehamilannya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bulak, dr Roasna berharap, para Bumil agar tak takut untuk datang ke Puskesmas dan memeriksakan kehamilannya, meski kehamilan anak pertamanya tidak mengalami hambatan.

Ketua LKMK Kelurahan Bulak, Sugeng mengatakan, Pengabmas digelar dalam rangka memberikan sosialisasi kepada Bumil yang mempunyai resiko tinggi ini sangat bagus untuk menambah wawasan semua warga terutama Bumil agar bisa menjaga kesehatannya.

”Pengabmas ini sangat bagus untuk menambah wawasan kesehatan Bumil. Bila tahun lalu Pengabmas menyentuh para Lansia, maka kami berharap bisa berlanjut tahun depan dengan menyentuh Karang Taruna, misalnya edukasi bahaya penyalahgunaan Narkoba,” katanya. [fen.hel

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!