28.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

High Level Meeting Forum Investasi, TP2ED serta TPAKD Jawa Timur 2026

Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja, Turunkan Kemiskinan dan Tingkatkan Kesejahteraan

Surabaya, Bhirawa – Berbagai investasi yang datang dan dikerjakan di Jawa Timur harus mampyu menciptakan ekonomi riil terutama penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam Kantor High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Daerah (TP2ED), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur Tahun 2026.

Pertemuan ekonimi ini digelar Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur menggelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Kamis (25/6).

Adapun kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur, jajaran Bank Indonesia, OJK, BPS, DPRD Jawa Timur, kepala daerah, pimpinan BUMN, BUMD, perbankan, hingga pelaku usaha ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim mengungkapkan bahwa diskusi yang digelar ini tidak hanya terkait berapa besar Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Jawa Timur.

Lebih dari itu, yang dibahas adalah bagaimana investasi mampu menciptakan lapangan kerja, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

“Itulah esensi dari diskusi kita pada hari ini. Karena itu, berbagai potensi yang telah disampaikan sebelumnya perlu dipetakan dan dimanfaatkan secara optimal. Melalui forum ini, kita berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.

Berita Terkait :  Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 2,8 Triliun untuk Pembangunan JPD

Sementara itu, pada pertemuan ini terdapat tiga forum yang saling berkaitan, yaitu Forum Investasi, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Ketiganya merupakan amanah dari pemerintah pusat yang telah ditindaklanjuti melalui keputusan Gubernur Jawa Timur dan diimplementasikan hingga tingkat kabupaten/kota.

Maka, dengan sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan, berbagai kesepakatan strategis yang dihasilkan di tingkat kebijakan dapat ditindaklanjuti secara efektif pada level teknis.

Bahkan dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), DPMPTSP, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

Tantangan Ekonomi Global
Ketika membicarakan investasi, maka tidak bisa melepaskannya dari perkembangan ekonomi global.

“Hingga saat ini, dunia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik Rusia-Ukraina yang belum berakhir, perang dagang dan tarif antarnegara, hingga gejolak geopolitik di Selat Hormuz yang mengganggu rantai pasok perdagangan dunia,” jelas Ibrahim.

Sehingga, kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi global melambat dan tekanan inflasi meningkat. Dampaknya, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) cenderung lebih ketat (hawkish), sehingga arus modal asing berpotensi kembali ke negara-negara yang dianggap aman (safe haven), termasuk Amerika Serikat.

Situasi ini turut memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia, terutama terkait nilai tukar dan arus modal.

“Karena itu, saat ini pertumbuhan dan stabilitas ekonomi tidak dapat dipisahkan. Untuk menjaga pertumbuhan yang tinggi dan berkelanjutan, fondasi stabilitas ekonomi harus diperkuat terlebih dahulu,” paparnya.

Ekonomi Nasional dan Jawa Timur Tetap Kuat
Di tengah perlambatan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih menunjukkan tren yang positif dan terus tumbuh.

Berita Terkait :  BPBD Jatim Dampingi BNPB Tinjau Banjir Kabupaten Pasuruan, Percepat Penanganan

Selain itu, inflasi nasional tetap terjaga dalam kisaran target 2,5 persen ±1 persen, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level sekitar 3,04 persen.

“Jawa Timur juga menunjukkan kinerja yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai sekitar 5,96 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional maupun rata-rata Pulau Jawa,” ujarnya.

Adapun keunggulan Jawa Timur tidak hanya terletak pada tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuannya menjaga stabilitas harga. Kombinasi pertumbuhan yang tinggi dan inflasi yang terkendali menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan investor saat menentukan lokasi investasi.

Dari sisi ukuran ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur telah mencapai lebih dari Rp3.300 triliun. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia, bersaing dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Investasi Harus Terus Ditingkatkan
Salah satu komponen utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur adalah investasi.

Saat ini porsi investasi terhadap PDRB Jawa Timur mencapai sekitar 26,86 persen. Meski tergolong tinggi, angka tersebut masih perlu ditingkatkan hingga melampaui 30 persen agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

“Investasi bukan sekadar angka statistik. Di balik investasi terdapat penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan,” tuturnya.

Dalam peta investasi nasional, Jawa Timur konsisten berada di tiga besar bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Namun demikian, DKI Jakarta dan Jawa Timur sebenarnya bukan pesaing langsung. Jakarta berfungsi sebagai pusat keuangan dan pengambilan keputusan bisnis, sementara Jawa Timur memiliki keunggulan sebagai lokasi pengembangan industri dan manufaktur.

Berita Terkait :  Antar Makanan Gunakan Kostum Spiderman, Dekatkan Program MBG pada Pelajar

Jawa Timur memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya destinasi investasi yang sangat menarik, antara lain, ukuran pasar yang besar dengan nilai ekonomi lebih dari Rp3.300 triliun.

Basis industri yang lengkap dan beragam; Posisi strategis sebagai hub logistik Indonesia bagian timur dan ketersediaan sumber daya manusia yang melimpah.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 8 persen pada tahun 2029, dibutuhkan peningkatan investasi yang signifikan.

Berdasarkan berbagai skenario perhitungan, kebutuhan investasi diperkirakan tumbuh lebih dari 10 persen per tahun.

Pada tahun 2026 kebutuhan investasi diperkirakan mencapai sekitar Rp162 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp220 triliun pada tahun 2029.

Kebutuhan tersebut mencakup investasi yang berasal dari PMA maupun PMDN.

Target tersebut dinilai realistis mengingat Jawa Timur memiliki dukungan infrastruktur, konektivitas, serta kawasan industri yang terus berkembang.

Jawa Timur saat ini memiliki konektivitas yang semakin baik melalui jaringan jalan, pelabuhan, bandara, dan transportasi publik.

Pengembangan layanan Trans Jatim menjadi salah satu contoh upaya meningkatkan mobilitas masyarakat yang lebih mudah, aman, dan terjangkau.

Di sisi lain, kawasan industri yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap perencanaan menjadi modal penting untuk menarik investasi baru.

Jika dilihat sebagai satu ekosistem, keberadaan kawasan industri tersebut telah didukung oleh ketersediaan tenaga kerja, jaringan logistik, mobilitas manusia, dan infrastruktur penunjang lainnya.

Karena itu, pengembangan kawasan industri yang sudah ada maupun yang direncanakan perlu terus dijaga dan dipercepat implementasinya. [riq.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!