28.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

Dari Peternakan Ayam hingga Konsultan K3: Kiprah Iwan Irawan, Alumni Magister K3 UNAIR dalam Mengembangkan Berbagai Bidang Usaha

Surabaya, Bhirawa

 Kesuksesan dalam dunia usaha sering kali lahir dari keberanian mengambil peluang, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Iwan Irawan, S.T., M.KKK., alumni Program Studi Magister Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Universitas Airlangga asal Malang, yang berhasil mengembangkan berbagai lini usaha mulai dari sektor peternakan, industri pangan, hingga jasa konsultasi, sertifikasi, serta pengadaan alat mekanikal dan elektrikal.

Melalui dua usaha yang dikelolanya, yaitu Sahimas Frozen Food dan Ehstim Jani Media, Iwan menunjukkan bahwa kompetensi K3 tidak hanya relevan dalam lingkungan industri, tetapi juga dapat menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berawal dari Peternakan Ayam hingga Menjadi Sahimas Frozen Food

Perjalanan kewirausahaan Iwan dimulai pada tahun 2014 ketika ia mendirikan usaha peternakan ayam pedaging di Malang. Pada saat itu, usaha tersebut masih dijalankan bersamaan dengan pekerjaannya sebagai karyawan. Namun, pada akhir tahun 2015, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan fokus mengembangkan usaha yang telah dirintis.

Keputusan tersebut menjadi titik awal berkembangnya Sahimas Frozen Food, usaha yang berawal dari aktivitas peternakan ayam pedaging dan kemudian berkembang menjadi produsen makanan beku berbasis ayam dan bebek ungkep berbumbu. Inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang praktis, aman, dan berkualitas.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, Sahimas Frozen Food tidak hanya memproduksi makanan olahan, tetapi juga memperluas layanan sebagai pemasok bahan kebutuhan dapur untuk berbagai sektor, mulai dari usaha katering, rumah sakit, hingga restoran. Diversifikasi usaha tersebut menjadi strategi penting dalam memperkuat keberlanjutan bisnis yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.

Berita Terkait :  Belajar dari Jerman, Seminar UK Petra Soroti Efisiensi Logistik Pangan untuk Indonesia

Magister K3 Menjadi Bekal Mengembangkan Ehstim Jani Media

Pada tahun 2022, Iwan kembali mengambil langkah besar dengan merencanakan usaha baru yang berbeda dari bidang yang selama ini digelutinya. Ia mendirikan Ehstim Jani Media, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi, sertifikasi, serta pengadaan alat mekanikal dan elektrikal.

Menurut Iwan, keputusan untuk menempuh pendidikan Magister Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Airlangga menjadi salah satu motivasi sekaligus bekal penting dalam mengembangkan usaha tersebut. Keilmuan K3 yang diperoleh selama perkuliahan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen risiko, pengambilan keputusan, pengembangan sistem kerja, serta implementasi budaya keselamatan di lingkungan kerja.

“Setelah kami terjun di bidang jasa pengadaan alat mekanikal dan elektrikal, keilmuan K3 sangat dibutuhkan. Salah satu aktivitas yang kami lakukan adalah membantu industri membangun sistem K3 yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, kami juga membantu membenahi proses kerja yang belum memenuhi standar sehingga produktivitas dapat dicapai secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja,” jelas Iwan.

Melalui Ehstim Jani Media, Iwan turut berkontribusi dalam mendampingi industri mikro hingga menengah untuk menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih baik. Pendampingan tersebut tidak hanya membantu perusahaan meningkatkan kepatuhan terhadap standar K3, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

Menjaga Kepercayaan Pelanggan sebagai Kunci Keberhasilan

Dalam menjalankan usaha, Iwan meyakini bahwa kepuasan pelanggan merupakan fondasi utama keberlangsungan bisnis. Menurutnya, menjaga kepercayaan pelanggan merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi, baik dalam bisnis produk maupun jasa.

Untuk mempertahankan kualitas, seluruh proses produksi dan layanan dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Selain itu, evaluasi dan inovasi dilakukan secara berkelanjutan agar produk dan layanan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Berita Terkait :  Mahasiswa PENS Kenalkan Sistem Akuakultur IoT kepada Penggiat Hidroponik Bangkalan

Komunikasi yang baik dengan konsumen juga menjadi prinsip yang selalu dijaga. Transparansi dalam memberikan informasi serta kemampuan menjelaskan kondisi lapangan secara objektif menjadi cara yang diterapkan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

“Kepercayaan konsumen harus selalu dijaga. Karena itu, kami berusaha memberikan alasan dan solusi yang tepat sesuai fakta di lapangan sehingga hubungan dengan pelanggan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Mendorong Inovasi Melalui Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi Iwan adalah kesempatan menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Baginya, kolaborasi antara dunia usaha dan dunia akademik dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Saat ini, Sahimas Frozen Food tengah bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang untuk mengembangkan teknologi kemasan pangan terbaru. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya simpan produk dan memperluas jangkauan pemasaran tanpa menggunakan bahan pengawet makanan.

Lebih jauh lagi, Iwan berharap inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi usahanya sendiri, tetapi juga dapat diterapkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lainnya.

“Harapan kami, inovasi ini dapat membantu UMKM berkembang bersama. Jika semakin banyak pelaku usaha yang mampu meningkatkan kualitas produknya, maka dampak positifnya juga akan semakin luas,” tuturnya.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha semata, tetapi juga dari kemampuan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha lainnya.

Berita Terkait :  TNI-Polri Bersama Petugas Pelabuhan Kompak Menjaga Proses Kepulangan Ribuan Santri Situbondo

Menerapkan Nilai-Nilai K3 dalam Dunia Wirausaha

Sebagai alumni Magister K3 Universitas Airlangga, Iwan mengakui bahwa berbagai nilai yang diperoleh selama perkuliahan masih sangat relevan dan terus diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Kemampuan berpikir secara sistematis, mengantisipasi berbagai risiko, serta melakukan perencanaan yang matang menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan usaha yang dinamis. Selain itu, koordinasi dan komunikasi yang baik juga menjadi aspek yang selalu dijaga sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai dilaksanakan.

Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut membantu menciptakan proses kerja yang lebih efektif, efisien, dan aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

Pesan untuk Mahasiswa dan Alumni S2 K3

Di akhir wawancara, Iwan memberikan pesan kepada mahasiswa dan alumni Magister K3 Universitas Airlangga yang memiliki cita-cita menjadi wirausahawan.

Ia mengingatkan pentingnya kesabaran dalam membangun usaha dan menghindari pengambilan keputusan yang terburu-buru. Setiap tahapan perlu dipelajari dengan baik agar risiko kegagalan dapat diminimalkan.

“Berpikirlah dengan tenang, pelajari setiap tahapan dengan baik, dan jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Jika ide usaha sudah dipikirkan dengan matang, segera eksekusi sesuai rencana yang telah disusun. Tantangan akan selalu ada, tetapi dengan persiapan yang baik, risiko kegagalan dapat diminimalkan,” pesannya.

Kisah Iwan Irawan, S.T., M.KKK. menunjukkan bagaimana pendidikan Magister Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Airlangga mampu melahirkan alumni yang tidak hanya sukses membangun usaha, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan budaya keselamatan kerja, inovasi produk, serta pemberdayaan UMKM. Melalui Sahimas Frozen Food dan Ehstim Jani Media, Iwan membuktikan bahwa kompetensi K3 dapat menjadi kekuatan strategis dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia industri. wwn*

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!