27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Bandel Tak Masuk Terminal Blandongan, Rute Bus Surabaya-Probolinggo Dialihkan Permanen Lewat JLS

Kota Pasuruan, Bhirawa
Langkah tegas diambil Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur untuk menertibkan armada Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang kerap ‘kucing-kucingan’ di wilayah Kota Pasuruan. Kini, rute bus AKDP khususnya dari arah Surabaya resmi dialihkan dan tidak lagi diperbolehkan melintasi Jalur Pantura Kota Pasuruan.

Kebijakan ini dipicu tingginya angka pelanggaran kru bus yang enggan masuk ke Terminal Tipe A Untung Suropati di kawasan Blandongan.

Menurut Kepala UPT P3LLAJ Probolinggo Dishub Jatim, Achmad Fadil, selama ini mayoritas bus AKDP rute Surabaya-Probolinggo kerap menerobos jalur tanpa mematuhi kewajiban singgah ke terminal. Padahal, sesuai regulasi, mereka wajib berbelok masuk terminal saat tiba di simpang tiga Blandongan.

”Berdasarkan data dan survei kami, untuk bus AKDP dari arah Surabaya itu 100 persen sama sekali tidak ada yang masuk terminal. Mereka langsung menerobos (Jalur Pantura),” ujar Achmad Fadil, Selasa (23/6).

Padahal, mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 36, setiap kendaraan umum wajib singgah di terminal yang telah ditentukan. Regulasi ini bahkan memuat sanksi pidana dan denda bagi pengemudi yang membandel.

Secara akumulatif, dari empat trayek yang seharusnya menyinggahi Terminal Untung Suropati (asal Malang, Surabaya, Mojokerto dan Probolinggo), tingkat kepatuhannya hanya menyentuh angka 43%.

Guna mensiasati kebandelan para sopir, Dishub Jatim akhirnya mengubah peta perjalanan secara permanen. Bus AKDP dari arah Surabaya kini dialihkan melalui Jl Gatot Subroto, Simpang Empat Kebonagung, Jl Setyabudi menuju Jl KH Hasyim Asyari (Jalur Lingkar Selatan)

Berita Terkait :  3.450 Non ASN Sidoarjo Mendaftar Seleksi PPPK Tahap II

Menariknya, skenario pengalihan arus itu sebenarnya sudah sempat diuji coba saat momentum perbaikan Jembatan Bukwedi beberapa waktu lalu. Hasilnya terbilang instan dan efektif.

”Usai kami evaluasi pasca uji coba pengalihan rute selama pembangunan Jembatan Bukwedi, persentase bus AKDP yang masuk ke terminal melonjak drastis hingga 78%,” jelas Achmad Fadil.

Melihat respons positif ini, Dishub Jatim memutuskan untuk mematenkan rute baru ini.

Dan memastikan seluruh kajian teknis telah rampung dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang baru akan segera dikebut di sejumlah titik pasca perbaikan jembatan selesai.

Lantas, bagaimana dengan kekosongan armada di Jalur Pantura Kota Pasuruan. Fadil membocorkan, jalur utama ini nantinya tidak akan dibiarkan sepi dari transportasi massal.

”Meski Jembatan Bukwedi nanti sudah rampung total, bus AKDP tetap wajib lewat Jalur Lingkar Selatan (JLS) Sementara untuk Jalur Pantura yang lama, rencananya akan kami siapkan untuk trayek baru koridor Bus Trans Jatim,” kata Achmad Fadil. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!