28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Kakak Tangguh jadi Andalan LLDIKTI VII Cetak SDM Unggul Indonesia Emas


Surabaya, Bhirawa – Usai diluncurkan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur mendorong perguruan tinggi untuk menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program unggulan Kakak Tangguh.

Program tersebut menjadi salah satu strategi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul Tahun 2026 yang digelar di Hotel Morazen Surabaya, Senin (22/6).

Menurut Dyah, Rakerpim tahun ini mengusung tema “Peranan Strategis Indikator Kinerja Utama untuk Kampus Berdampak” yang diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap Rakerpim ini dengan tema Peranan Strategis Indikator Kinerja Utama untuk Kampus Berdampak betul-betul nyata melalui program-program unggulan yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Salah satu yang menjadi kekuatan kami dan sudah kami presentasikan ke pusat adalah Kakak Tangguh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kakak Tangguh merupakan konsep penguatan peran perguruan tinggi melalui pemetaan wilayah dan kebutuhan masyarakat sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah.

“Kakak Tangguh adalah pondasi kuat untuk menghasilkan SDM unggul Indonesia Emas yang membersamai masyarakat secara langsung dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kampus harus menjadi agen perubahan, pondasi kuat pembangunan nasional, serta garda terdepan dalam mencetak SDM yang bermutu dan berkualitas,” katanya.

Berita Terkait :  Program CKG Sekolah Diluncurkan jadi Investasi Kesehatan Anak dan Remaja

ntuk mendukung implementasi program tersebut, LLDIKTI Wilayah VII membagi Jawa Timur ke dalam sejumlah kawasan pengembangan, yakni Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir.

Pembagian tersebut disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah sehingga program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran.

“Kita membagi wilayah menjadi Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Karakteristik masing-masing wilayah menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk mengimplementasikan program Kakak Tangguh,” jelasnya.

Menanggapi tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, Dyah menilai kondisi tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Kami melihat ini sebagai peluang dan kekuatan baru. Dengan program-program unggulan yang dijalankan, kami berharap masyarakat Jawa Timur dapat terserap dalam pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari dampak yang dihasilkan.

“Kampus memiliki tiga indikator utama. Apakah lulusannya siap kerja, apakah lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja, atau apakah lulusannya memberikan dampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Itu yang ingin kami wujudkan di Jawa Timur pada 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi, menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan mutu perguruan tinggi di Jawa Timur.

Menurutnya, Jawa Timur menargetkan peningkatan jumlah program studi maupun perguruan tinggi yang meraih akreditasi unggul hingga dua kali lipat pada tahun mendatang. “Kami sudah mendengar target Jawa Timur untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul hingga dua kali lipat. Ini menjadi salah satu komitmen yang kami dukung dan mudah-mudahan menjadi komitmen bersama seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pakar Lingkungan UNAIR Dr Rizkiy Amaliyah Barakwan ST, Kenaikan Harga Plastik Picu Inovasi Kemasan Hijau

Sandro menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan tinggi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas. Dengan demikian, berbagai program bantuan pendidikan yang disalurkan pemerintah dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

“Selain meningkatkan akses pendidikan tinggi, kita juga harus meningkatkan kualitas secara bersama-sama. Sehingga kita bisa yakin ketika KIP Kuliah disalurkan kepada mahasiswa, mereka dapat kuliah di kampus yang bermutu,” katanya.

Ia berharap mahasiswa penerima bantuan pendidikan dapat menyelesaikan studi di lingkungan akademik yang berkualitas dan pada akhirnya menjadi lulusan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.

“Output yang kita harapkan adalah lahirnya sarjana-sarjana yang berkualitas, memiliki kompetensi yang baik, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik berbagai langkah yang dilakukan LLDIKTI Wilayah VII untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Menurut Khofifah, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan.

“Pendidikan adalah salah satu jalan paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketika perguruan tinggi semakin berkualitas dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Khofifah mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 menyiapkan sekitar 62 ribu beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Berita Terkait :  Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Urgen di Tengah Ancaman Digital

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus melahirkan generasi yang memiliki daya saing tinggi. “Sering kali kami menerima testimoni dari keluarga penerima bantuan yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya setelah putra atau putrinya memperoleh pendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan yang lebih baik. Karena itu pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam memutus mata rantai kemiskinan,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, LLDIKTI, dan perguruan tinggi terus diperkuat agar target peningkatan kualitas pendidikan tinggi, termasuk bertambahnya program studi dan perguruan tinggi berakreditasi unggul, dapat tercapai.

“Ketika akses pendidikan semakin luas dan kualitas perguruan tinggi semakin baik, maka kita sedang menyiapkan fondasi yang kuat untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!