Surabaya, Bhirawa – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, masih belum memastikan kapan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jatim akan digelar.
Meski dukungan dari mayoritas DPC Demokrat kabupaten/kota dikabarkan mengarah kepadanya untuk kembali memimpin, suami Arumi Bachsin ini memilih tidak terburu-buru dan mengedepankan komunikasi dengan seluruh kader di daerah.
Ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Senin (22/6/2026), Emil mengatakan saat ini pihaknya masih mencari waktu yang paling tepat untuk pelaksanaan Musda. Bahkan, tidak menutup kemungkinan agenda tersebut digelar sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Partai Demokrat.
“Belum, masih mencari waktu yang terbaik. Bisa saja sebelum ulang tahun Demokrat. Kita masih melakukan komunikasi dengan teman-teman DPC juga, aspirasinya enaknya kapan, termasuk berkoordinasi dengan DPP. Yang pasti, kita sedang bersiap,” ujar Emil.
Di tengah derasnya dukungan dari sejumlah DPC Demokrat se-Jawa Timur, Emil justru menunjukkan sikap rendah hati. Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengaku tidak ingin terlena oleh dukungan yang muncul dan meminta para kader benar-benar mempertimbangkan kepercayaan yang akan diberikan.
“Kalau teman-teman memberikan kepercayaan kepada saya, harus memastikan karena kepemimpinan saya pun tidak mungkin tanpa kekurangan,” katanya.
Emil yang juga Wakil Gubernur Jatim tersebut menegaskan bahwa Musda bukan sekadar soal memilih ketua, melainkan momentum untuk merumuskan arah dan visi besar Partai Demokrat Jawa Timur ke depan.
Karena itu, ia ingin mendengar langsung masukan dari seluruh DPC sebelum mengambil langkah politik berikutnya.
“Pasti kita ingin bicara apa harapan kepemimpinan Demokrat ke depan agar lebih baik. Saya tidak mau dibilang over confidence. Justru saya ingin bicara heart to heart, dari hati ke hati. Kalau memang amanah itu kembali diberikan kepada kami, maka kami juga harus mawas diri terhadap segala hal yang perlu dibenahi untuk kepemimpinan ke depan,” ungkap Emil.
Sementara itu, saat ditanya mengenai mulai munculnya sejumlah nama yang digadang-gadang mengisi posisi sekretaris maupun bendahara DPD Demokrat Jatim periode mendatang, Emil memilih irit komentar.
Dengan senyum khasnya, ia hanya menjawab singkat, “Ah itu lagi, itu lagi. Itu nanti urusan formatur.”
Pernyataan Emil dinilai menjadi sinyal bahwa komunikasi politik internal Demokrat Jatim masih terus berjalan. Di tengah menguatnya dukungan dari akar rumput partai, Emil tampak memilih merajut konsolidasi dan mendengarkan aspirasi kader sebelum Musda resmi digelar. [geh.kt]


