Bojonegoro, Bhirawa – Penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) alokasi Februari–Maret 2026 di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Bojonegoro berhasil terealisasi 100 persen. Seluruh bantuan telah diterima oleh Penerima Bantuan Pangan (PBP) sesuai data yang ditetapkan pemerintah.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Umar Said, menjelaskan keberhasilan penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan hasil sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta dukungan aparat keamanan yang ikut mengawal proses distribusi hingga ke tingkat desa.
“Penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Bojonegoro telah terealisasi 100 persen. Kami memastikan komoditas yang diterima masyarakat dalam kondisi baik, memenuhi standar kualitas, dan layak konsumsi,” ujar Umar Said, Senin (22/6).
Ia menegaskan, Bulog tidak hanya fokus pada ketepatan sasaran distribusi, tetapi juga menjaga mutu komoditas yang disalurkan. Beras yang diterima masyarakat telah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan kualitas sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Pada penyaluran kali ini, setiap PBP menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Total penerima bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Bojonegoro mencapai 574.455 PBP, yang tersebar di tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Bojonegoro sebanyak 199.835 PBP, Kabupaten Lamongan 177.486 PBP, dan Kabupaten Tuban 197.134 PBP.
Menurut Umar, keberhasilan realisasi penyaluran hingga 100 persen tidak terlepas dari dukungan seluruh stakeholder yang terlibat. Kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu dan tepat sasaran.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, mulai pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI-Polri, hingga petugas lapangan yang telah mendukung kelancaran distribusi bantuan pangan. Sinergi dan kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” tandasnya.
Program Bantuan Pangan merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. Dengan tersalurkannya bantuan secara penuh dan kualitas komoditas yang terjaga, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima. [bas.kt]


