28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 18, 2026
spot_img

Satpolairud Polres Situbondo Jembatani Konflik Nelayan Jangkar dengan Program Ngobar Masir

Situbondo, Bhirawa – Konflik yang sempat terjadi di antara nelayan pesisir Kecamatan Jangkar berhasil diselesaikan secara damai melalui kegiatan Ngobar Masir (Ngopi Bareng Masyarakat Pesisir) yang digelar Satpolairud Polres Situbondo bersama Pos AL Jangkar  di Pos Kamladu Jangkar, Kamis (18/6).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Satpolairud Polres Situbondo yang bersinergi dengan AL Pos Jangkar sebagai upaya membangun komunikasi dan menjaga kondusivitas di wilayah perairan Kabupaten Situbondo.

Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menjelaskan bahwa mediasi dilakukan terhadap dua kelompok nelayan yang terlibat perselisihan, yakni nelayan Pakisan dan nelayan Gardan di pesisir Jangkar.

Berdasarkan hasil mediasi, konflik bermula dari dugaan pelanggaran zona tangkap ikan oleh nelayan Gardan serta tindakan pemotongan tali yang dilakukan oleh nelayan Pakisan.

“Setelah dilakukan klarifikasi dari kedua belah pihak dalam kegiatan Ngobar Masir diketahui bahwa permasalahan tersebut berawal dari kesalahpahaman saat aktivitas penangkapan ikan di sekitar rumpon di perairan Jangkar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, petugas Satpolairud memberikan edukasi kepada nelayan Gardan terkait aturan zona penangkapan ikan. Untuk kelompok nelayan pengguna jaring cantrang, wilayah penangkapan yang diperbolehkan berada di Jalur II atau sekitar empat mil laut dari garis pantai.

Selain itu, petugas juga mengingatkan nelayan Pakisan agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi persoalan di laut. Masyarakat nelayan diminta segera melaporkan setiap permasalahan kepada petugas Satpolairud maupun TNI AL agar dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait :  PSHK: Kasus Andrie Yunus Termasuk Tindak Pidana Umum Bukan Militer

Melalui dialog yang berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan dengan di temani kopi panas, kedua belah pihak akhirnya saling memahami, menyadari kesalahan masing-masing, serta berkomitmen untuk mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan keharmonisan antar nelayan.

“Kegiatan mediasi berjalan aman dan kondusif. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan berkomitmen tidak mengulangi permasalahan serupa di kemudian hari,” ujar AKP Gede Sukrmadiyasa.

Ngobar Masir sendiri menjadi salah satu program Satpolairud Polres Situbondo sebagai upaya pendekatan humanis yang terus dilakukan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir sekaligus mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!